Transaksi Properti di Asia Tembus Rp 567 Triliun

Transaksi Properti di Asia Tembus Rp 567 Triliun

- detikFinance
Jumat, 18 Feb 2011 14:25 WIB
Transaksi Properti di Asia Tembus Rp 567 Triliun
Hong Kong - Transaksi properti di Asia pada tahun 2010 menembus US$ 63 triliun atau sekitar Rp 567 triliun. Angka itu berarti melonjak hingga 50% dibandingkan di 2009 yang sebesar US$ 39,2 miliar.

Melejitnya transaksi properti itu terjadi setelah pulihnya kawasan Asia dari imbas krisis finansial global. Melonjaknya harga properti Hong Kong dan Tokyo memberikan kontribusi hampir setengah dari total nilai transaksi itu.

"Pasar investasi real estate Asia menikmati kenaikan dan harga-harga untuk investasi utama properti sekarang sudah pulih secara substansial," ujar Nick Axford, kepala konsultan perusahaan konsultan properti CB Richard Ellis untuk kawasan Asia Pasifik seperti dikutip dari AFP, Jumat (18/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Outlook untuk pasar secara umum masih optimistis," imbuhnya.

Dari total transaksi properti yang mencapai US$ 63 miliar, Hong Kong menguasai US$ 15,2 miliar, sementara transaksi di Jepang mencapai US$ 14,2 miliar.

Harga properti di Hong Kong memang telah melonjak hingga 50 persen dalam dua tahun terakhir sehubungan dengan rendahnya suku bunga, menguatnya perekonomian dan gelombang pembeli yang menggelontorkan dana besar, terutama untuk membeli rumah-rumah mewah.

Menurut dara dari CB Richard Ellis's Asia Investment MarketView, pada tahun 2010, investor-investor terutama membeli dan menyewa ruang perkantoran yang mencapai US$ 26,3 miliar untuk pembelian dan US$ 10,4 miliar untuk sewa perkantoran.

Aktivitas melemah di kebanyakan pasar selama tiga bulan terakhir di 2010, terutama di China, Malaysia dan Singapura. Transaksi oleh investor institusi mencapai US$ 13 miliar pada 2010, yang berarti tumbuh 74% secara year on year. (qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads