Direktur Utama PT PerumnasΒ Himawan Arief Sugoto menyatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perumahan Rakyat terkait dengan rencana pemerintah untuk membangun rumah murah yang langsung memberikan solusi kepada masyarakat untuk masalah kesejahteraan.
"Kedepan kita sudah ada semacam rapat pendalaman mengenai hal ini, ini dianggap sebagai sesuatu yang langsung memberikan solusi kepada pro rakyat, karena memberikan rumah akan membantu masalah kesejahteraan, menciptakan lapangan kerja, dan sekaligus memberikan program memasukkan listrik yang murah dan hal-hal yang lain yang mengatasi masalah perumahan kumuh tak layak dan sebagainya," kata Himawan ketika ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (2/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ada di kategori 3 dan 4, dengan harga Rp 5-10 juta semacam rumah singgah dan sebagainya. Sebenarnya beberapa sudah dilakukan dalam konsep perumahan swadaya yang dilakukan kementerian, harga yang Rp 25 juta itu, yang ini," ujarnya.
Pembangunan rumah murah ini, lanjut Himawan, sangat membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahannya. Sampai saat ini, sekitar 40 persen lahan untuk pembangunan 100 ribu rumah sudah siap, seperti di NTB dan NTT.
"Karena bangunan tersebut belum menghitung masalah lahan, jadi pemda pun harus partisipasi dalam penyediaan lahan," ujarnya.
Himawan menyebutkan rata-rata daerah menyediakan lahan sekitar 20 hektar. Dalam lahan tersebut, diperkirakan akan dibangun 1.200-1.500 unit rumah dengan luas rumah tipe 36.
(nia/hen)











































