Pihak Perumnas menyatakan, proyek seluas 11.000 hektar ini semakin jelas setelah ada komitmen dari MCC China. Perumnas optimis konstruksi awal Kota Maja bisa digarap paling cepat akhir 2012.
"Tergantung, konstruksinya bisa akhir tahun depan atau pertengahan tahun," kata Dirut Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto kepada detikFinance, Senin (2/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya pada saat kunjungan PM China pekan lalu kerangka dasar kerjasama antara Perumnas dan MCC sudah disepakati. Ia optimis jika kesepakatan ditingkat pemerintah sudah bisa selesai maka bisa langsung direalisasi ditingkat teknis yaitu Perumnas dan MCC. "Yang jelas Perumnas sudah teken," katanya.
Sebelumnya Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengatakan pemerintah membutuhkan dana Rp 150 triliun untuk membangun kota baru Maja, Banten yang menyediakan perumahan murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Tujuan pembangunan Kota Maja untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan diharapkan dapat mengurangi kepadatan perumahan dan permukiman di Ibukota Jakarta.
"Kota ini diperkirakan dapat menghidupi sekitar 2,5 juta penduduk baru dan menjadi kota industri di masa yang akan datang. Infrastruktur skala kota baru yang ada saat ini adalah adanya jalan tol Jakarta-Merak dan pembangunan rel kereta api double track," kata Suharso.
Sementara itu Vice President Metallurgical Corporation of China Ltd (MCC) Zhang Zhaoxiang mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Perum perumnas untuk membangun Kota Maja.
"Tentunya kerjasama antara Perum Perumnas dan MCC ini juga tidak terlepas dari adanya dukungan dari Kemenpera. Dan kami optimis dalam membangun Kota Maja," kata Zhaoxiang.
(hen/dnl)











































