Angkutan Umum Kota Jakarta dan Surabaya Paling Buruk

Angkutan Umum Kota Jakarta dan Surabaya Paling Buruk

- detikFinance
Kamis, 26 Mei 2011 16:43 WIB
Angkutan Umum Kota Jakarta dan Surabaya Paling Buruk
Jakarta - Hasil survei Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) menunjukan bahwa kota Jakarta dan Surabaya tercatat sebagai kota yang memiliki layanan angkutan umum terburuk. Dari sisi keamanan, Jakarta juga masuk kota yang dipersepsikan paling tak aman bersama Medan di Sumatera Utara.

Menurut Sekertaris Jenderal Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia Bernardus Djonoputro, rata-rata indeks kualitas angkutan umum di Indonesia hanya sebesar 38,67%. Misalnya untuk Jakarta, indeks kualitas angkutan umumnya hanya sebesar 18%.

"Kota dengan kualitas angkutan paling buruk di mata warganya adalah Kota Surabaya (13%) dan Kota Jakarta (18%)," katanya dalam jumpa pers di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Kamis (26/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bernardus menambakan, perlunya ditingkatkan kembali sistem angkutan umum di beberapa kota besar seperti Jakarta. "Perlu adanya pengembangan sistem angkutan umum massal di setiap kota, seperti Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya," ujarnya.

Lebih lanjut Bernardus mengungkapkan, dilihat dari aspek ekonomi yang diukur dari kemudahan mendapatkan lapangan kerja dan lokasi kerja, Kota Batam memiliki pandangan masyarakat yang paling tinggi di Indonesia sebesar 75%. Jakarta hanya memiliki pandangangan bagus dari masyrakatnya sebesar 26%.

"Berarti di Batam mudah dapat pekerjaan ya," canda Bernard.

Dari aspek keamanan, Denpasar menurut pandangan masyarakat merupakan kota yang paling aman untuk ditinggali oleh warganya. Dilihat dari hasil survei, Denpasar memiliki pandangan keamanan dari masyrakatnya sebesar 60%. Jakarta dan Medan dianggap paling tidak aman dengan hanya mengantongi masing-masing angka 19% dan 9%. "Orang-orang di Bali tuh menganggap kotanya safe," ujarnya.

Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia melakukan survei terhadap 1000 penduduk di 15 kota besar di Indonesia dari bulan Oktober 2010-Maret 2011 untuk menanyakan beberapa hal terkait persepsi masyarakat terhadap kota-kota di Indonesia.

(ade/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads