Bank umum di Indonesia telah mengucurkan kredit properti sebesar Rp 265,4 triliun hingga akhir Juni 2011. Sepanjang triwulan II-2011 besaran kredit properti bank umum naik tipis 0,36% dibandingkan triwulan I-2011.
Demikian hasil survei Perkembangan Properti Komersial Triwulan II-2011 yang dikutip dari Bank Indonesia (BI), Selasa (9/8/2011).
Survei ini mengatakan, pertumbuhan kredit properti sepanjang triwulan II-2011 sangat rendah, karena adanya penurunan kucuran kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kepemilikan apartemen (KPA) sebesar 4,58% di triwulan II-2011 dibandingkan triwulan I-2011, yang merupakan penurunan terbesar di 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit konstruksi dan real estat sepanjang triwulan II-2011 mengalami pertumbuhan masing-masing 6,29% dan 11,61%.
Berdasarkan pangsa pasar, KPR/KPS masih merupakan pangsa terbesar yakni 58,48% (turun dari 61,5%), diikuti dengan kredit konstruksi 25,89% (naik dari 24,45%), serta kredit real estat sebesar 15,63% (naik dari 14,05%). (dnl/ang)











































