Mandalika Resort Lombok Bakal Dilengkapi Sirkuit F1

Mandalika Resort Lombok Bakal Dilengkapi Sirkuit F1

- detikFinance
Jumat, 06 Jan 2012 14:15 WIB
Mataram - Bali Tourism Development Corporation (BTDC) berencana membangun kawasan wisata Mandalika Resort di Lombok seluas 1.175 hektar. Rencananya di tengah-tengah kawasan akan dibangun sirkuit balap mobil Formula 1.

Namun BTDC masih kekurangan dana setidaknya Rp 500 miliar dan berencana menerbitkan obligasi.

"Kami sendiri yang harus mencari uang untuk membiayai infrastruktur. Selama enam bulan ini kami sudah menyiapkan segala sesuatu untuk menerbitkan obligasi untuk membiayainya," kata Senior Officer Business Development BTDC Alvaradar Erlangga Gandjar dalam diskusi dengan wartawan di kantornya, Mataram, Jumat (6/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alva mengatakan, pembangunan infrastruktur tahap awal, setidaknya BTDC memerlukan dana segar Rp 500 miliar. Dengan menerbitkan obligasi, BTDC akan mengantongi dana untuk membangun infrastruktur penunjang, di antaranya jalan di dalam kawasan, pedestarian, saluran sanitasi untuk air kotor, dan saluran untuk irigasi tanaman dalam kawasan.

Saat ini di kawasan itu baru terdapat jalan yang dibuat pemerintah, namun jumlah ruas dan kualitas masih belum memadai.

Dana dari obligasi juga bakal digunakan BTDC membangun jalan yang menjadi cikal bakal sirkuit balap mobil Formula 1, yang letaknya persis di tengah-tengah kawasan wisata.

"Kita akan lihat hasilnya dalam waktu dekat. Kami akan membangun kawasan wisata ini bertahap, sama seperti kami mengembangkan Nusa Dua. Infrastruktur awal ini untuk memudahkan investor yang siap memulai investasi," kata Alva.

Dijelaskan, ketika mengembangkan infrastruktur kawasan wisata terpadu di Nusa Dua, Bali, pada 1972, BTDC mendapat bantuan dana dari Bank Dunia. Namun untuk mengembangkan kawasan Mandalika Resort di Lombok, BTDC akan menggunakan dana internal perseroan.

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Operasi BTDC, I Gede Suparwata menambahkan, ketika mulai mengembangkan kawasan wisata Nusa Dua, BTDC memerlukan waktu setidaknya tiga tahun untuk membangun infrastruktur awal.

"Kita memerlukan waktu. Tapi untuk Mandalika Resort, mudahan kita bisa lebih cepat. Pembangunan infrastruktur bakal berjalan bersama, seiring kerjasama dengan investor," katanya.

Berkaca pada Nusa Dua, butuh waktu delapan tahun hingga 1984, saat hotel pertama beroperasi. Kini, di kawasan wisata paling terkenal di Bali itu sudah beroperasi 11 hotel bintang lima dan tiga service apartement. Selebihnya ada pusat perbelanjaan, lapangan golf, rumah sakit, museum hingga perguruan tinggi.

Ground breaking pembangunan Kawasan wisata Mandalika Resort dilakukan Presiden SBY pada 21 Oktober 2011. Diperlukan setidaknya Rp 27 triliun untuk mengembangkan kawasan wisata terintergasi ini. Sebanyak Rp 2,2 triliun akan berasal dari investasi BUMN.

Saat ground breaking di hadapan Presiden SBY, tiga korporasi besar menandatangani nota kesepahaman untuk berinvestasi.

Tiga korporasi itu adalah PT Gobel Internasional milik pengusaha Rachmat Gobel yang mendapatkan konsesi lahan seluas 350 hektar untuk membangun fasilitas ramah lingkungan untuk pengelolahan air minum dan limbah. Gobel Internasional juga akan membangun resor dan hotel berbintang.

Selain itu, MNC Group milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo melalui anak usahanya PT Global Land Develompment juga memperoleh konsesi mengelola 400 hektar lahan.

MNC akan membangun theme park atau taman hiburan terintegrasi seperti disneyland, underwater park dan techno park. MNC Group juga akan membangun sirkuit balap Formula Satu (F1), plenary hall untuk penyelenggaraan konser dan pelabuhan laut untuk kapal pesiar dan kapal laut.

Perusahaan lain adalah Rajawali Group melalui anak usaha PT Canvas Develovment sdn.bhd, yang akan membangun resort kelas atas, hotel berbintang dan villa di areal seluas 100 hektar. Saat ini di kawasan ini, Rajawali Group sudah mengoperasikan dan mengelola hotel bintang lima.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads