Namun yang perlu dicermati adalah waspadai gempa besar di Jakarta.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM R. Sukhyar mengatakan, pembangunan menara-menara tinggi di Jakarta perlu memperhatikan kondisi geologi,agar tak roboh karena gempa.
"Pertama harus diperhatikan kondisi geologi Jakarta terutama di belahan utara, mulai dari MH Thamrin ke utara ditempati oleh endapan aluvial-lunak," jelas Sukhyar kepada detikFinance, Selasa (10/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya aspek geo teknik harus diperhatikan. Demikian aspek kegempaan harus pula diperhitungkan dalam rangka konstruksi. Tidak ada masalah dari aspek kegempaan selama sudah diperhitungkan pada saat perencanaan konstruksi," tukas Sukhyar.
Seperti diketahui, Signature Tower digadang akan menjadi gedung tertinggi di Indonesia dan tertinggi ke-5 dunia yang direncanakan mulai dibangun tahun ini. Gedung dengan 111 lantai ini akan mulai dibangun Juli 2012 di kawasan SCBD, Jakarta. Proyek ini akan menelan dan US$ 1 miliar atau setara Rp 9 triliun.
Di lokasi yang sama, BUMN konstruksi Adhi Karya siap menginvestasikan dana Rp 2 triliun untuk mewujudkan proyek pembangunan menara 100 lantai. Sebagian dana didapat dari dana rights issue yang terbit di semester II-2012. Menara Adhi Karya ini direncanakan memiliki ketinggian 17.000 kaki atau lebih dari 500 meter.
(dnl/hen)











































