Presiden Direktur PT Bahama Development, Reddy Hartadji mengatakan SOHO @ Menteng Square merupakan konsep bisnis properti kontemporer small office home office yang mengkombinasikan fungsi hunian dan usaha (bisnis) dalam satu ruang berdesain kompak, praktis dan dinamis.
SOHO @ Menteng Square menempati lokasi di lantai 22 (roof floor) dari dua tower apartemen A dan B Menteng Square. Terdiri atas 36 unit dengan ukuran 57 m2 (semigross). Desain interiornya dirancang sangat kompak dengan mengadopsi gaya arsitektur modern minimalis berkonsep loft.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tower C sebagai menara terakhir, dilengkapi hotel bisnis (hotel pebisnis) yang dikelola secara profesional dengan standar bintang tiga dari operator internasional. Terdiri atas 100 kamar dengan gaya desain modern minimalis.
"Ketiga menara ini dihubungkan oleh sky bridge berupa retail lifestyle dan roof garden yang menciptakan suasana alami, asri dan nyaman tanpa menutupi kesan modern," jelas Reddy dalam siaran pers, Selasa (31/1/2012).
Menteng Square berlokasi strategis di pusat kota, tepatnya Jalan Matraman, Jakarta Pusat. Sejak dilansir perdana awal 2009 dengan harga Rp 240 jutaan, kinerja penjualan Menteng Square sangat menggembirakan. Harga aktual di pasar sekunder Rp 350 juta-Rp 450 juta.
Hingga kini, tercatat sudah 100% unit apartemen terjual. Sementara kinerja Food Alley berkonsep semi open space tersewa 75% untuk tahap I. Food Alley Tahap II akan dipasarkan setelah hand over unit apartemen pada Juni 2012. Hotel sendiri beroperasi Juni 2012.
Kinerja positif Menteng Square dipengaruhi oleh iklim investasi yang kondusif. "Indonesia relatif tidak terpapar krisis finansial global. Terbukti bisnis dan industri properti tetap tumbuh dan mengalami kurva pertumbuhan antara 10-20% per tahun.
Ini dipicu oleh semakin ramahnya suku bunga acuan Bank Indonesia yang turun 50 basis poin yang mendorong perbankan untuk ikut merevisi suku bunga kredit komersial mereka. Segmen pasar kami adalah kelas menengah yang sebagian besar memanfaatkan fasilitas KPA perbankan," jelas Reddy.
Situasi kondusif ini akan berlangsung, setidaknya sampai tiga tahun ke depan. Indikator-indikator ekonomi menunjukkan kinerja positif. Income per kapita di 2011 telah menembus US$ 4.000 dan pertumbuhan PDB US$ 7.019,9 (tahun 2011, data APBN 2010) per tahun lebih tinggi dan lebih cepat tercapai dari yang diprediksikan pada 2010 lalu. Saat inilah momentum tepat untuk membeli properti dengan proyeksi investasi menjanjikan.
(dnl/hen)











































