Demikian laporan tertulis konsultan properti Knight Franks seperti dikutip detikFinance, Rabu (1/2/2012)
Knight Franks pada tahun 2011 mencatat kenaikan tarif sewa model perkantoran semacam ini 5-10%. Misalnya harga sewa perkantoran berlayanan di kawasan segitiga emas atau Central Business District (CBD) berkisar Rp 8-23 juta per bulan untuk kapasitas 2-3 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakan 2 tahun kedepan pasokan perkantoran berlayanan akan tumbuh 50% atau sebesar 10.980 meter persegi. Diperkirakan kawasan Kuningan akan memberikan kontribusi pasokan perkantoran berlayanan terbanyak dengan porsi 49,4%, disusul TB Simatupang 32,3%, Sudirman 18,2%. Mayoritas perkantoran jenis ini 67% dalam bentuk sewa sisanya berstatus milik atau kombinasi milik dan sewa.
"Banyaknya perusahaan migas dan pertambangan, terbatasnya ruang perkantoran berlayanan dan naiknya jumlah pasokan gedung perkantoran baru yang akan masuk di kawasan TB Simatupang, diperkirakan perkantoran berlayanan akan mengarah kawasan tersebut dalam 2 tahun mendatang," kata Senior Research Manager Knight Frank Hasan Pamudji.
Berdasarkan catatan Knight Frank, perkantoran jenis ini jumlah pasokannya melonjak hingga dua kali lipat pada tahun 2011 dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2011 pasokan perkantoran berlayanan mencapai 21.696 meter persegi.
Perkantoran berlayanan yang selama ini menyediakan layanan profesional seperti resepsionis, operator telepon, sewa fleksibel, dukungan IT, ruang rapat dan lain-lain, masih terbilang minim dibandingkan jenis perkantoran konvensional. Jumlahnya hanya 0,5% dari total perkantoran yang ada di CBD Jakarta.
Saat ini kawasan Sudirman masih memegang rekor terbanyak menyediakan kantor jenis ini hingga 50,2%, Thamrin mempunyai kontribusi perkantoran berlayanan hingga 26,6%, Kuningan 23,2%. Dari jumlah itu sebanyak 87,3% dalam status sewa.
Dari sisi tingkat hunia sewa atau okupansi perkantoran berlayanan, kawasan Kuningan cetak rekor tertinggi hingga 92,3%, Sudirman 86% dan Thamrin 90,7%. Permintaan kantor jenis ini banyak diminati perusahaan asing hingga komposisi 70%, diantaranya sektor asuransi, keuangan, migas, pertambangan dan TI.
Beberapa perkantoran jenis berlayanan adalah CEO Suite, Executive Center, Regus, Marquee, Fortice, Nomad Office, Jakarta Service Office, Prestige dan HQ Global, umumnya mayoritas dikelola atau operatornya adalah perusahaan asing.
(hen/qom)











































