Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Pangihutan Marpaung mengatakan, masyarakat lebih memilih apartemen di pinggir Jakarta namun yang lokasinya dekat dengan transportasi umum, dibanding membeli rumah yang lokasinya jauh dari pinggiran Jakarta atau di pusat kota yang harganya sudah sangat mahal.
"Karena itulah mengapa rusun (rumah susun) cukup laris di pinggiran Jakarta," katanya kepada detikFinance, Rabu (2/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini akan dibangun rusun di Lenteng Agung, dekat stasiun KA, sudah ada lebih awal Kebagusan City, selain yang di Cakung. Tampaknya masyarakat sudah mulai capek dengan kemacetan lalu lintas," katanya.
Sebelumnya, Perum Perumnas berencana membangun apartemen seharga Rp 200 juta di dekat Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Rencananya, pembangunan awal bisa direalisasikan di akhir 2012.
Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan finalisasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memanfaatkan lahan di sekitar stasiun kereta api Tanjung Barat milik PT KAI.
Ia mengatakan apartemen yang dibanderol sekitar Rp 200 jutaan ini mengambil pangsa pasar kelas menengah. Sehingga konsepnya tidak terlalu mewah namun menarik. "Kita tengah mempersiapkan konsep sarana kesehatan juga. Apartemen ini menarik karena ditopang oleh transportasi kereta api Jakarta-Bogor," jelas Himawan.
(hen/dnl)











































