Apartemen di Singapura Rp 12 Miliar Laku Diborong Orang Indonesia

Laporan dari Singapura

Apartemen di Singapura Rp 12 Miliar Laku Diborong Orang Indonesia

- detikFinance
Rabu, 20 Jun 2012 16:25 WIB
Apartemen di Singapura Rp 12 Miliar Laku Diborong Orang Indonesia
Jakarta - Orang Indonesia rajin membeli properti di Singapura. Ini terbukti pada proyek The Scotts Tower (TST), yang 70% dari penjualannya dilakukan oleh orang Indonesia, meski harganya miliaran rupiah.

Deputy General Manager Far East Organization, Tommy William mengatakan harga apartemen di TST paling murah adalah Rp 12,471 miliar. Ini terjadi pada 2011 lalu.

"Dari 70 unit yang sudah terjual, 70% atau 48 unit pembelinya adalah orang Indonesia," kata Deputy General Manager Far East Organization, Tommy William acara Media Group REI Properti Visit di Singapura, Rabu (20/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, minat pembelian apartemen yang besar ini didasari oleh investasi jangka panjang yang menjanjikan. Selain itu, jika hunian tidak ditempati, pemilik dapat menyewa kepada wisatawan yang sering datang ke Singapura.

Far East Organization sebagai pengelola TST mengaku, harga apartemen yang dijual ini berkisar SGD 2.776 per kaki persegi. Jika dirata-rata setara Rp 19,987 juta per kaki persegi, maka unit terkecil dengan tipe 1 kamar tidur seluas 624 kaki persegi (58 meter persegi) dibanderol Rp 12,471 miliar.

Sedangkan tipe terbesar, yakni 2 tempat tidur bertipe kondominium seluas 3.380 kaki persegi (314 meter persegi) dibanderol Rp 21,16 miliar.

Harga apartemen TST terakhir sudah jauh lebih tinggi dibandingkan penawaran perdana. Paket apartemen TST pada Agustus 2011 sempat ditawarkan seharga SGD 541.000-593.000.

Sebelumnya, Tommy mengaku properti Singapura menjadi perburuan warga asing, termasuk Indonesia. Orang kaya Indonesia berburu bersama warga asal Malaysia dan China.

Singapura dianggap memiliki iklim investasi yang relatif stabil. Selain itu negara Singa ini 'komplit' sebagai pusat pendidikan dan kesehatan di regional Asia Tenggara.

Berdasarkan hasil survei iProperty Asia Market 2011, warga Indonesia menjadi pemburu properti ketiga terbesar Singapura. "Di Asia, asing yang membeli properti adalah Malaysia 27%, China 20%, Indonesia 17%, India 12%," jelasnya.

"Singapura kota paling kompetitif, melampaui Tokyo dan Hong Kong. Dengan alasan investasi, pendidikan dan kesehatan," pungkas Tommy.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads