Namun mendapatkan rumah yang sesuai tidaklah mudah, karena membeli rumah seperti mencari jodoh. Nah, sebelum membeli rumah penting bagi Anda memperhatikan hal-hal berikut:
Pertama, tentukan budget atau anggaran Anda. Untuk kawasan Pondok Indah, harga rumah paling murah kini berada pada kisaran Rp 5 miliar, atau naik dibandingkan dua tahun lalu masih ada yang Rp 2 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, jika Anda tidak punya waktu leluasa dapat memanfaatkan jasa perusahaan broker properti atau agensi.
Head of Business Development Ray White Indonesia Erwin Karya menyarankan, pilihlah agen properti yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak baik.
"Broker yang baik boleh dikatakan adalah mereka yang branded, karena mereka memiliki training yang bagus hingga pelayanan kepada calon pembeli lebih baik," kata Erwin kepada detikFinance di kantornya, Jakarta, Jumat (6/7/2012).
Ketiga, setelah perusahaan agen properti terpilih, percayakan pemilihan calon rumah kepada individu costumer oriented. "Agen itu apakah bisa dipercaya. Bagus nggak karakternya. Jangan pilih agen yang mencari komisi saja, kalau sudah transaksi dilupakan," tambahnya.
"Sebaiknya pilih agen yang bersertifikasi karena dia sudah lolos seleksi dan customer oriented. Apalagi orang yang punya duit mau membeli barang yang terbaik," tegas Erwin.
Keempat, perhatikan aspek legalitas rumah mewah yang Anda incar. Melalui agen properti berkualitas, status hukum rumah incaran dijamin.
"Membeli rumah semua ujung-ujungnnya legalitas properti itu. Intinya kan beli surat, kalau fisik doang tapi legalitas nggak terjamin, pusing juga," paparnya.
Kelima, perhatikan kondisi rumah incaran. Tidak semua rumah seken siap jual memilik kondisi baik. Struktur rumah apakah masih kokoh? Adakah retak di beberapa bagian? Kondisi minus sebuah rumah incaran, bisa menjadi senjata negosiasi Anda.
Terakhir, kondisi rumah bukan hal utama. Saat Anda cocok dengan lokasi rumah tersebut dan anggarannya sesuai dengan kantong, beli saja. Toh, kondisi rumah bisa diperbaiki.
"Anda bisa memperbaiki rumah, tapi lokasi tidak bisa dirubah. Penting lokasinya, infrastruktur dan fasilitas," imbuh Erwin.
(/)











































