BSD City Klaim Sebagai Pemicu Lonjakan Harga Tanah di Serpong

BSD City Klaim Sebagai Pemicu Lonjakan Harga Tanah di Serpong

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 16 Jul 2012 13:42 WIB
BSD City Klaim Sebagai Pemicu Lonjakan Harga Tanah di Serpong
Jakarta - Kawasan Serpong menjadi kawasan paling diincar konsumen properti dan menjadi primadona masyarakat sebagai lokasi untuk membeli rumah. Hal ini membuat pasar properti Serpong mengalami akselerasi tinggi.

Manajemen PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) mengaku kenaikan harga properti di Serpong karena pengerjaan BSD City yang tak kenal henti. BSD City merupakan bagian dari Sinarmas Land.

"Kenapa Serpong harganya naik, karena developer seperti kita terus launching produk baru, hingga pasar sekunder (rumah bekas) ikutan naik," kata Managing Director Corporate Strategy & Services Sinarmas Land Ishak Chandra di kantornya, Tangerang Selatan, Senin (16/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serpong, yang nge-drive harga market kita, BSD," tambah Ishak.

Menurutnya, manajemen memiliki izin konsesi lahan hingga 6.000 hektar, dengan kepemilikan lahan oleh BSD City mencapai 1.600 hektar. Dengan areal seluas ini, perseroan terus membangun kluster-kluster baru.

Dengan wilayah yang banyak dilalui akses tol, menjadikan Serpong jadi incaran masyarakat. "Kita kota mandiri pertama yang sukses," tuturnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda pun mengaku, Serpong jadi primadona. "Serpong aksesnya lebih baik dibanding Bogor," tutur Ali.

(wep/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads