Manajemen PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) mengaku kenaikan harga properti di Serpong karena pengerjaan BSD City yang tak kenal henti. BSD City merupakan bagian dari Sinarmas Land.
"Kenapa Serpong harganya naik, karena developer seperti kita terus launching produk baru, hingga pasar sekunder (rumah bekas) ikutan naik," kata Managing Director Corporate Strategy & Services Sinarmas Land Ishak Chandra di kantornya, Tangerang Selatan, Senin (16/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, manajemen memiliki izin konsesi lahan hingga 6.000 hektar, dengan kepemilikan lahan oleh BSD City mencapai 1.600 hektar. Dengan areal seluas ini, perseroan terus membangun kluster-kluster baru.
Dengan wilayah yang banyak dilalui akses tol, menjadikan Serpong jadi incaran masyarakat. "Kita kota mandiri pertama yang sukses," tuturnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda pun mengaku, Serpong jadi primadona. "Serpong aksesnya lebih baik dibanding Bogor," tutur Ali.
(wep/hen)










































