Mira menjelaskan, fokus utama sarinah adalah membangun Sarinah Square di Jalan MH Thamrin Jakarta. "Kita konsentrasi di Sarinah Square di Thamrin. Tentunya ada department strore, mix use, ada office, apartemen," ungkap Mira usai pelantikan Sebagai Dirut di Kementerian BUMN, jakarta, kamis (26/7/2012).
Mira beralasan, jika kondisi Mall sarinah yang saat ini sangat memprihatinkan menjadi alasan kenapa fokus pegembangan dan perombakan Mall Sarinah menjadi Sarinah Square.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan Sarinah Square, nantinya yang akan membutuhkan tanah mencapai 1,7 hektar lebih. Selain itu Mira mengaku jika saat ini sedang melobi lahan disebelah Mall Sarinah untuk bersinergi dalam pembangunan Sarinah Square.
"Rencananya mau tahun ini, tapi tidak semudah itu akrena itu eprlu proses karena kita melalui prosedur itu supaya kedepannya tidak salah jadi mungkin belum tahun ini," sambungnya.
Mira menjelaskan, untuk investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 1 triliun akan diambil dari kas internal Sarinah dan investor.
"Pendanaan mungkin sama investor dengan sarinah sendiri. Beberapa macam cara, investasinya Rp 1 triliun lebih," tutup Mira.
Jadi Dirut, Mira Tak Ingin Banyak janji
Mira mengaku tidak ingin banyak membuat janji setelah dilantik jadi Dirut Sarinah. Ia tidak ingin membuat program kerja 100 hari kedepan seperti layaknya pejabat yang baru dilantik.
"Saya tidak mau seperti itu, pokoknya nanti kalau sudah mulai nanti saya panggil, saya lebih suka kerja dulu," ungkap Mira.
Selain itu, ketika ditanyai mengenai rencana menerbitkan obligasi dan melakukan pelepasan kepemilikan saham ke pasar modal (IPO), Mira menjelaskan jika ada rencana ke arah sana namun fokus utama Sarinah saat ini adalah memperbaiki kinerja perusahan.
"Kita harus profit dulu, baru kesitu supaya obligasinya tinggi, kalau tiba-tiba sekarang gak bisa. Jadi kita bangun sarinah squere baru IPO sama menerbitkan obligasi," sambungnya.
Tahun ini, dibawah komando dirinya. Sarinah menargetkan omzet sebesar Rp 405 miliar atau meningkat sekitar 60% dari pendapatan tahun lalu.
"Pendapatan Rp 405 miliar dan laba Rp 19 miliar, sebelumnya tahun 2011 pendapatan Rp 275 miliar dan laba Rp 15 miliar," tutup Mira.
(/)











































