Orang Indonesia dengan pendapatan US$ 299 juta (Rp 2,81 triliun) menjadi satu dari tiga besar pembeli setia properti di Singapura, selain China dan Malaysia. Tercatat hingga semester I-2012, 153 unit residensial sudah dibeli orang Indonesia.
Penjualan ini terjadi pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Far East Organization, properti swasta di Singapura seperti diutarakan Chief Operating Officer, Property Sales Far East Organization, Chia Boon Kuah seperti dikutip detikFinance, Jumat (3/8/2012).
Periode Januari-Juni 2012, Far East Organization mencatat penjualan 2.390 residensial. Pencapaian ini meningkat signifikan dari periode sebelumnya 1.949 residensial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Chian Boon, realisasi penjualan asing cukup bagus ditengah penurunan penjualan properti di Singapura dan situasi perekonomian global yang masih tidak menentu.
Berdasarkan data Savills, sepanjang 2011 negara yang berhimpitan dengan Batam ini berhasil menjual 1.674 residensial orang-orang kaya Indonesia dari total hunian terjual sekitar 9.300 unit.
"Dengan diperkirakan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belum pernah terjadi sebelumnya serta adanya stabilitas sosial politik telah memunculkan kelas menengah kaya yang ingin melakukan investasi pada properti-properti pribadi terbaik di luar negeri seperti Singapura," paparnya.
Catatan Far East menunjukkan pembeli Indonesia atas properti Singapura tumbuh sebesar 30% dalam satu tahun terakhir dengan kemampuan pendapatan mendekati US$ 299 juta. (wep/dru)










































