Penjualan Turun Hanya Terjadi Pada Rumah Mewah

Penjualan Turun Hanya Terjadi Pada Rumah Mewah

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jumat, 24 Agu 2012 12:02 WIB
Penjualan Turun Hanya Terjadi Pada Rumah Mewah
Jakarta - Total volume penjualan rumah baru wilayah Jabodetabek hingga saat ini meningkat pada kisaran 12%-15%. Penurunan volume penjualan rumah baru hanya terjadi di beberapa wilayah, khususnya segmen atas.

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Setyo Maharso menampik pernyataan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda bahwa penjualan rumah baru menurun. Perhitungan secara menyeluruh, baru dapat mencerminkan pertumbuhan industri properti sesungguhnya.

"Volume jual masih sesuai target kita tahun ini, 15%-20%. Untuk Jabodetebek masih sekitar 12%, untuk angka nasionalnya akan diketahui September nanti," jelas Setyo kepada detikFinance, Jumat (24/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesa (Apersi), Eddy Ganefo menambahkan, ia tidak menampik adanya kenaikan (over value) yang tidak wajar pada rumah-rumah tertentu. Namun ini tidak berlaku secara keseluruhan.

"Yang dimaksud mungkin rumah mewah. Dan memang untuk segmen ini sudah over value. Makin banyak perumahan mewah dan harganya sudah jauh diatas harga sebenarnya," tutur Eddy.

"Ini terjadi hanya di perkotaan dengan pertumbuhan perumahan yang tinggi, seperti Jakarta, Bandung atau Tangerang Kota," tegasnya.

Dengan harga yang tidak wajar ini, lanjut Eddy, Bank Indonesia (BI) mengaku was-was akan terjadinya bubble properti. Atas kondisi tersebut, BI pun mengetatkan aturan down payment (DP) atau Loan to Value (LTV) menjadi 30% untuk rumah dengan luas 70 m2 ke atas.

"Untuk rumah menengah, bawah harga masih dengan harga yang sebenarnya," imbuh Eddy.

(wep/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads