Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Setyo Maharso menampik pernyataan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda bahwa penjualan rumah baru menurun. Perhitungan secara menyeluruh, baru dapat mencerminkan pertumbuhan industri properti sesungguhnya.
"Volume jual masih sesuai target kita tahun ini, 15%-20%. Untuk Jabodetebek masih sekitar 12%, untuk angka nasionalnya akan diketahui September nanti," jelas Setyo kepada detikFinance, Jumat (24/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dimaksud mungkin rumah mewah. Dan memang untuk segmen ini sudah over value. Makin banyak perumahan mewah dan harganya sudah jauh diatas harga sebenarnya," tutur Eddy.
"Ini terjadi hanya di perkotaan dengan pertumbuhan perumahan yang tinggi, seperti Jakarta, Bandung atau Tangerang Kota," tegasnya.
Dengan harga yang tidak wajar ini, lanjut Eddy, Bank Indonesia (BI) mengaku was-was akan terjadinya bubble properti. Atas kondisi tersebut, BI pun mengetatkan aturan down payment (DP) atau Loan to Value (LTV) menjadi 30% untuk rumah dengan luas 70 m2 ke atas.
"Untuk rumah menengah, bawah harga masih dengan harga yang sebenarnya," imbuh Eddy.
(wep/dru)











































