Djan Faridz Butuh Rp 21 Triliun untuk Bangun Rumah Subsidi

Djan Faridz Butuh Rp 21 Triliun untuk Bangun Rumah Subsidi

- detikFinance
Selasa, 11 Sep 2012 14:57 WIB
Djan Faridz Butuh Rp 21 Triliun untuk Bangun Rumah Subsidi
Jakarta - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz punya ambisi dapat membangun 350.000 rumah subsidi melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Djan Faridz memperkirakan perlu dana subsidi mencapai Rp 21,56 triliun untuk membangun sebanyak itu.

"Tahun depan kita bangun 350.000. Sebanyak 150.000 untuk PNS karena ini pangsa pasar terbesar. Sisanya buruh dan masyarakat umum masing-masing 100.000 rumah," tuturnya di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Lalu berapa dana yang harus disiapkan pemerintah untuk pembangunan rumah subsidi ini? Djan Faridz menegaskan, Rp 21 triliun menjadi perkiraan dana yang harus disiapkan. Ia masih mengajukan kepada Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitar Rp 21 triliun dengan perhitungan 350 ribu rumah kali Rp 88 juta kali 70%," tegasnya.

Persentase ini merupakan bagian yang harus ditanggung pemerintah dalam pembangunan rumah subsidi, sisanya 30% menjadi tanggungan bank pelaksana selaku penerbit KPR.

Jumlah ini sangat besar jika membandingkan pernyataan Agus Marto, bahwa anggaran pembangunan Rumah Tapak Murah yang didukung FLPP dan PSU Kawasan Perumahan dan Pemukiman Rp 7,5 triliun yang terdiri dari anggaran untuk FLPP Rp 5,94 triliun dan PSU Kawasan Perumahan dan Permukiman Rp 1,56 triliun.

Namun menurut Djan Faridz, pihaknya telah meminta tambahan anggaran kepada Agus Marto terkait rencana besarnya ini. "Kemarin di komisi V (DPR), Menkeu ada keterangan anggaran Rp 29 triliun. Sudah disetujui," ucap Djan Faridz.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads