Kenaikan yang selalu terjadi setiap periode oleh pengembang ternyata tetap direspon positif pasar.
"Kenaikan harga sudah gila untuk properti. Semua sektor meningkat, kawasan industri, condominium, office, ritel. Namun meski sudah mahal tetap ada capital gain," kata Associate Director Research Jones Lang LaSalle Indonesia, Anton Sitorus di Jakarta, Senin (19/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permintaan sudah melonjak tiga kali lipat," tuturnya.
Pasar kondominium milik (strata tittle) juga mengalami pertumbuhan menjanjikan. "Jualan 2011 naik, dan hingga posisi saat ini (year to date) penjualannya sudah hampir menyamai tahun lalu. Kenaikan ini sama seperti periode 2004-2005," papar Anton.
"Dulu ada lelucon, harga properti naik per bulan. Tapi sekarang ini lonjakan nyata terjadi," ucapnya.
Kawasan industri seperti Jakarta, Bogor, Bekasi dan Karawang juga mengalami kenaikan tak kalah 'gila'. Saat ini harga lahan industri di Jakarta rata-rata sudah mencapai Rp 3,2 juta/m2, sedangkan harga tanah kawasan industri di Bekasi, Bogor dan Karawang hanya Rp 1,8 juta/m2.
Kenaikan harga itu tak terlalu menekan penjualan kawasan industri di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Karawang. Walaupun pada triwulan III-2012 terjadi penambahan pasokan seluas 77 hektar (3,05%) dari kawasan Delta Silicon Phase 6 di Lippo Cikarang.
(wep/dru)











































