Bangun 120 Ribu Rumah Murah, BTN Siapkan Rp 7 Triliun

Bangun 120 Ribu Rumah Murah, BTN Siapkan Rp 7 Triliun

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 06 Des 2012 11:11 WIB
Bangun 120 Ribu Rumah Murah, BTN Siapkan Rp 7 Triliun
Foto: Iqbal Latanro
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyiapkan dana Rp 7 triliun untuk membiayai rumah murah melalui program Fasilitas Likuidatas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dana ini mampu untuk membangun 120 ribu unit.

Demikian disampaikan Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (6/12/2012).

"Tahun depan kredit FLPP diharapkan 120 ribu unit. Dananya Rp 7 triliun," kata Iqbal. Namun ia enggan merinci sumber pendanaan kredit program FLPP tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iqbal memastikan, kredit rumah murah tahun depan akan membaik. Tidak seperti di 2012, yang sempat mandek periode awal tahun akibat transasi Peraturan Menteri Keuangan (Permenpera).

Menjelang akhir 2012, Iqbal mengaku pembiayaan rumah bersubsidi melalui BTN sudah mencapai 50.000 unit. Ini terdiri dari kredit FLPP 20.000 unit, serta 30.000 unit kredit non subsidi sebagai pemecahan masalah saat FLPP mandek.

Pencapaian 50.000 unit kredit rumah murah, lanjut Iqbal, sudah tergolong baik. Pasalnya, kekisruhan regulasi sempat menjadikan pengembang ogah membangun rumah murah.

"Mereka nggak mau bangun, lebih baik bangun kredit komersial. Tapi saat ini sudah mulai disosialisasikan lagi untuk kembali membangun.

Hingga kini, portofolio KPR perseroan terbagi hampir merata. Rasio kredit rumah murah mencapai 49%, sedangkan kredit komersial 51%.

Sebagai catatan, hingga triwulan III-2012 perseroan mencatat pertumbuhan 29,1% dari Rp 59,31 triliun pada 30 September 2011 menjadi Rp 76,57 triliun pada 30 September 2012. Perseroan optimis akan pertumbuhan kredit Bank BTN. Optimisme ini didukung dampak yang akan muncul pasca dikeluarkannya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang batasan ukuran rumah yang dapat diberikan KPR melalui kredit program dengan minimal ukuran 36 m2.

"Keputusan ini akan berdampak posistif bagi terbukanya bisnis pembangunan perumahan untuk tipe rumah dibawah 36 m2 yang sebelumnya sempat tertahan namun sekarang beberapa sudah siap untuk dilanjutkan kembali pembangunannya guna mendapatkan dukungan kredit perbankan," papar Iqbal.

(wep/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads