Terkait penanganan banjir DKI, Ia menilai dalam jangka pendek solusinya adalah memperbaiki saluran sungai dan membuat waduk baru. Namun jangka panjang, pemilik dan pendiri Ciputra Group ini, melihat pembangunan giant sea wall atau bendungan raksasa di tengah laut utara Jakarta ialah solusi yang lebih tepat dibandingkan membangun deep tunnel atau terowongan multi fungsi bawah tanah.
"Jangka panjang giant sea wall. Ini leibh baik dari deep tunnel. Itu (deep tunnel) dipakai saat wilayah kita dibawah di bawah laut," tutur Ciputra di Hotel JW Marriott Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Giant sea wall bisa untuk air minum dan supaya penurunan tanah tidak terjadi (Jakarta Utara karena penyedotan air tanah)," tambahnya.
Terkait persoalan transportasi dan kemacetan DKI, Ciputra memiliki pandangan berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Ciputra menilai, pengembangan Mass Rapid Transit (MRT) dan ruas tol dalam kota juga harus dibangun berbarengan seperti di Jepang.
Hal ini bisa mengakomodir masyarakat berpenghasilan rendah hingga kalangan premium. Namun, ia setuju dengan ide Jokowi yang membenahi persoalan transportasi dimulai untuk golongan bawah terlebih dahulu.
"Di Tokyo, MRT dipacu, tol dalam kota dipacu. Sama-sama kita butuh semua. Sekarang tinggal keberanian," cetusnya.
(feb/dru)











































