"Kita melaksanakan 900 unit rumah untuk rakyat Papua. Itu tersebar dari mulai kawasan Jaya Wijaya, Asmat pokoknya di kawasan rendah hingga pegunungan. Kita bangun tahun ini dan selesai tahun ini juga," ujar Deputi Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Selasa (5/3/2013).
Menurutnya, harga per unit rumah diperkirakan mencapai Rp 100-120 juta. Nantinya rumah tersebut akan diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan tanah menjadi kendala terkait proyek membangun rumah di Papua. Aturan tanah adat masih melekat kuat di Bumi Papua sehingga proses pembangunan sedikit terhambat.
"Semoga lancar biasanya tanah yang susah. Saat ini kita sedang inventarisasi termasuk lokasi dan legalitas tanah. Bulan depan lelang dan persiapan desain. Karena tanah adat tetapi Pemda yang menangani itu untuk tanah," katanya.
(wij/hen)











































