"Di dunia ada di Barcelona dan Kyoto sedangkan di Indonesia ada Bandung yang sudah mulai bergerak dalam hal itu. Saya ingin Bandung jadi mercusuar dan contoh pembangunan kota yang bisa diharmonisasikan dengan prinsip budaya," ungkap Chairman Indonesia Haritage I Gede Ardika usai mengikuti FIABCI Asia Pacific Regional Secretariat Summit yang dihelat di Hotel Sheraton Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2013).
Mantan Menteri Kebudayaan ini juga menjelaskan, pembangunan kota bisa diharmonisasikan dengan prinsip budaya. Selama ini pemahaman masyarakat banyak yang keliru dan sempit bahwa pusaka dan budaya itu diartikan masa lalu dan kuno dan sulit diambil manfaatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, ia melihat potensi Bandung bisa menjadi percontohan proyek pembangunan dua konsep ini. Selain itu, di Bandung juga sudah terbentuk Bandung Haritage Society yang tentu menjadi faktor pendukung proyek percontohan dua konsep pembangunan.
"Kalo dilihat di Bandung bukan spesifik gedung per gedungnya tetapi dilihat dari satu kawasan. Jadi harus dilihat potensi haritage di satu kawasan. Penilaian dari eksterior kalau bisa dijaga. Kalo seandainya bangunan baru, harus ada harmoni. Di Bandung sudah ada BandungHaritage Society jadi jelas peradaban dilihat dari sejarahnya," tukasnya.
(wij/ang)











































