Menurut Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto pihak PT KAI telah menawarkan lahan seluas 1 hektar di samping Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Menurutnya pembangunan rumah susun tepat di samping stasiun kereta adalah keinginan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
"Kamarin kita lihat dan ditawarkan potensi itu ada di Tanjung Barat dan ada juga beberapa lokasi lain ditawarkan PT KAI tetapi banyak di luar Jakarta. Kita akan fokus di Tanjung Barat dulu. Ini kan arahan Pak Dahlan. Luas di Tanjung Barat itu 1 hektar jadi kita akan kembangkan rusunami di daerah itu," tutur Himawan saat berbincang dengan detikFinance di Rusunami Grand Center Point Bekasi, Rabu (19/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rinciannya kita akan bangun 2 tower mungkin bisa sampai 800 hunian. Pembangunan nanti murni dari anggaran Perumnas sendiri," katanya.
Namun sampai saat ini kedua belah pihak masih terbentur regulasi. PT KAI menyarankan Perum Perumnas membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) karena tanah di Tanjung Barat murni adalah milik PT KAI. Sedangkan Perumnas ingin mengkomersialisasikan tanah itu dengan mendirikan rumah susun sederhana milik (rusunami).
"Tetapi status tanah dari PT KAI kan. Kita tidak bisa membangun rusunawa karena rusunawa itu pengembalian investasi kami itu kan sulit terutama yang murah jadi kita minta untuk mengembangkan rusunami. Rusunami itu adalah hak milik di atas bangunan itu bisa dijual. Ini yang masih mencari formulasi dengan PT KAI," jelasnya.
(wij/hen)











































