Ini Cerita Pegawai yang Pernah Berkantor di Menara Saidah

Seluk Beluk Menara Saidah

Ini Cerita Pegawai yang Pernah Berkantor di Menara Saidah

- detikFinance
Senin, 29 Jul 2013 16:40 WIB
Ini Cerita Pegawai yang Pernah Berkantor di Menara Saidah
Jakarta - Perkantoran Menara Saidah sempat menjadi kantor Kementerian Pembangunan Wilayah Timur Indonesia atau yang kini bernama Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Kementerian PDT hanya 4 tahun berada di menara setinggi 28 lantai tersebut, kemudian pindah ke kantor yang baru Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat.

Seorang pegawai yang bekerja di Kementerian PDT, Wulan mengungkapkan ia mengaku saat berkantor di Menara Saida sedikit khawatir dengan struktur bangunan gedung itu. Konstruksi Menara Saidah disebut-sebut bermasalah sehingga menyebabkan sedikit miring.

"Bangunan sepengetahuan aku dari struktur bangunan yang kurang pas. Tapi nggak tahu persisnya seperti apa," kata Wulan kepada detikFinance pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian PDT menempati bangunan ini selama kurang lebih 4 tahun. Terlepas dari kabar bahwa gedung ini bernuansa mistis dan berhantu, Wulan pun menyadari Menara Saidah sudah tak lagi berdiri tegak, yang membuatnya makin khawatir.

"Itu karena miring. Tapi nggak paham juga sih ya. Tapi itu akhirnya juga pindah semua," jelasnya.

Sayangnya Wulan tidak menyebutkan pengalaman apa yang ia alami selama bekerja di menara yang dibangun oleh BUMN PT Hutama Karya tersebut.

Selain Kementerian PDT, Bank BNI pernah memiliki kantor cabang di Menara Saida. BUMN perbankan ini disebut-sebut sebagai tenant (penyewa) terakhir yang meninggal Menara Saida 2009 lalu.

Menara Saidah yang berdiri di Jalan MT Haryono ini kini tak berpenghuni. Diperkirakan sudah sekitar 4 tahun lebih gedung ini kosong tak ada yang menempati. Tersiar kabar gedung 28 lantai ini tak lagi berdiri tegak.

Selain dugaan gedung miring. Lebih jauh lagi, banyak yang memiliki pengalaman mistis di gedung ini, mulai sosok perempuan berbaju merah, dan lantai 14 gedung yang berhantu.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads