Sedikitnya 130 peserta yang kurang lebih memiliki 40 perusahaan hotel berbintang yang sudah mapan, akan memberikan pandangan terhadap pembangunan perhotelan di Indonesia.
Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga yang mewakili Menparekraf Syamsul Lussa mengatakan, hal itu bertujuan untuk menunjang bidang kepariwisataan di Indonesia. Pasalnya, perkembangan sektor perhotelan di Asia Tenggara khususnya di Indonesia sedang tumbuh dengan ekspansi yang melesat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenparekraf dalam hal ini menjadi Association Partner kerjasama dengan NOPPEN dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menyelenggarakan kegiatan The 2nd South East Asia Hotel Expansion Summit (SEAHES) 2013.
Dia mengatakan, acara ini menjadi ajang para investor, pemimpin industri perhotelan, pejabat pemerintah, konsultan, penyedia jasa dan para pakar pembangunan pariwisata untuk melakukan pengembangan pariwisata khususnya di Indonesia.
Menurutnya, acara ini diharapkan dapat menjadi forum bisnis untuk mempertemukan calon investor potensial, pengembang properti pariwisata di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
"Pembenahan sektor-sektor pariwisata khususnya di daerah-daerah sangat penting dalam mendorong ekonomi tumbuh lebih besar khususnya di sektor perhotelan yang akan menyerap tenaga kerja lebih banyak," katanya.
Dalam acara ini hadir Managing Director Qasa Consulting Joko Wiyono, Owner & CEO Eco-Regions Indonesia John Higson, CEO PT Banten West Java Tourism Development Philip Lim, Senior Pre-Sales Manager NeC Corporation of Malaysia Sdn Bhd Lee Cheng Yong, Vice President Steiner Spa Consulting Trent Munday, Regional Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Erik H. Doebel, dan lain-lain.
(drk/dnl)











































