Namun bagi Managing Director MIDAS Development (Asia) Pte Ltd Angie Fong, kondisi Detroit kini sudah jauh berbeda. Angie yang merupakan warga Singapura yang membangun bisnis pengembang properti di Detroit telah mengelola ratusan rumah.
"Itu berita lama, sekarang ini sudah banyak perkembangan bisnis yang mulai masuk, ke Detroit. Karyawan saya saja ada 60 orang, banyak juga dari kota lain di luar Detroit yang mencari peluang ke Detroit," tegas Angie kepada detikFinance, akhir pekan lalu di AXA Tower.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu sempat turun populasinya hanya 700.000, sekarang sudah naik 800.000, turun itu masa lalu, sekarang banyak orang yang tidak tahu kalau sekarang sudah naik," tegas Angie.
Hal ini secara tak langsung berdampak pada sektor properti di Detroit, rumah-rumah yang dahulunya ditinggalkan, kini mulai banyak orang untuk mencari penyewaan rumah. Apalagi pemerintah AS punya program subsidi voucher sewa rumah kepada warga yang kurang mampu dan membutuhkan yang biasa disebut program 'Section 8'
"Sekarang banyak orang pindah ke Detroit untuk pindah dan kerja di sana," ungkap Angie.
Di Detroit, lanjut Angie, pihaknya kini memburu rumah-rumah dengan harga murah dan siap sewa. Berbagai rumah murah ditawarkan dari sekitar US$ 40.000 hingga US$ 70.000-an per unit.
"Ada rumah yang menengah dan atas, yang kami cari di area yang bagus. Di sana juga ada kawasan elit yang namanya Bloomfield," ujar Angie.
Ia menuturkan meski pemerintah kota Detroit sempat mengajukan pailit 18 Juli 2013, namun kondisi tersebut justru membawa kondisi positif untuk sektor properti. Pemerintah setempat kini membuka kesempatan investor-investor asing untuk masuk ke Detroit.
"Jadi positif. Jadi dengan adanya uang yang masuk, bisa membangun pendidikan sekolah, dengan adanya guru, orang tinggal di sana, lalu ada polisi, tambah uang, tambah mobil, lebih aman dan nyaman tinggal di sana. Seperti juga fasilitas jalanan sehingga lebih nyaman dan komplet," ujarnya.
Ia mengakui ada stigma negatif terkait kepailitan. Namun menurut Angie bila dicermari hukum kepailitan di AS, peristiwa pailit merupakan kesempatan untuk memulai kehidupan baru sebuah kota.
Ketika Donald Trump Tertarik Investasi di Detroit
Angie Fong mengatakan pengusaha kaya AS seperti Donald Trump juga tertarik menanam investasi di kota yang sempat mengandalkan sektor industri otomotif.
"Donald Trump tertarik berinvestasi di Detroit. Ternyata dia sangat tertarik dan merencanakan investasi di Detroit, makanya cepat-cepat beli, kalau sampai Donald Trump beli, bisa kita tak kebagian karena sudah disapu habis oleh Donald Trump," seru Angie.
Menurut Angie, rencana investasi properti di Detroit oleh Donald Trump masih tahap berminat namun belum benar-benar masuk sebagai investor properti. Rencana Donald Trump masuk ke Detroit menandakan peluang berinvestasi properti di kota ini kini makin prospek.
Donald Trump mengakui Detroit sebagai salah satu kota di AS yang memiliki potensi investasi properti yang menjanjikan.
Donald Trump bukan satu-satunya orang kaya AS yang melihat potensi Kota Detroit, hal ini juga diakui oleh pendiri Quicken Loans Inc, yaitu Dan Gilbert. Bahkan Dan Gilbert sudah menginvestasikan uangnya cukup besar untuk menghidupkan kembali Detroit.
"Ini waktu yang terbaik, kalau momennya lewat belum tentu bisa dibeli dengan harga sekarang," terang Angie.
(hen/dru)











































