1. Australia
|
|
Di Sydney, kota dengan populasi besar, harga properti naik 13% tahun ini, menjadi rata-rata US$ 718.122 atau sekitar Rp 7,1 miliar. Ini lebih tinggi dari London yang rata-rata harga propertinya US$ 536.236 atau sekitar Rp 5,3 miliar. Harga rata-rata properti di Australia mendekati New York yang mencapai US$ 806.000 atau sekitar Rp 8 miliar.
Menurut IMF, risiko gelembung pasar properti bakal pecah dan menimbulkan krisis juga terjadi di Melbourne dan Brisbane. IMF meminta regulator untuk memantau ketat investasi properti, dan memastikan bank tidak jor-joran mengucurkan kredit sektor properti.
2. Brasil
|
|
Dalam 5 tahun terakhir ini, harga rumah naik dua kali lipat di Brasil. Kondisi ini jelas-jelas mengancam perekonomian, karena krisis bisa terjadi kapan saja di Brasil.
Kenaikan harga properti sangat tinggi, dan akhirnya orang-orang sulit membeli rumah di negara tersebut.
3. Selandia Baru
|
|
Masyarakat bawah, sekarang membantu pemulihan sektor properti di Selandia Baru, namun mereka malah membuat harga rumah naik tinggi. Seperti di Auckland, yang harga rumahnya naik 17% dalam setahun. Peringatan risiko krisis juga terjadi di Selandia Baru.
Karena itu, pemerintah negara ini memperketat syarat kredit perumahan.
4. China
|
|
Pada September 2013. harga properti naik cepat dalam 3 tahun terakhir. Di Beijing, pada September 2013 lalu, harga properti naik rata-rata 16%, di Shanghai naik 17%, dan di Shenzen naik 20%.
Banyak orang yang khawatir akan terjadinya bubble dan menimbulkan krisis di China, seperti yang terjadi di AS. Ini membuat pemerintah China melakukan pengetatan pembelian rumah di sejumlah kota-kota besar.
Namun harga rumah tetap terus naik, karena warga China lebih memilih berinvestasi di properti ketimbang investasi pada pasar modal atau saham.
5. Amerika Serikat (AS)
|
|
"Saya melihat awal dari tanda-tanda bahwa di wilayah saya, dan di seluruh negeri ini, bahwa sekali lagi, kita memasuki bubble perumahan. Kita harus berhati-hati dengan mortgage-backed securities purchase program," kata President The Fed untuk Dallas Richard Fisher.
Secara nasional, kenaikan rata-rata harga rumah di AS mencapai 12,5% selama kuartal III-2013.
Halaman 2 dari 6











































