Dengan pasokan terbatas maka pada 2030 diperkirakan masih akan terjadi kekurangan pasokan perumahan (backlog) yang mencapai 21,6 juta unit, dari posisi saat ini sekitar 15 juta unit.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi mengatakan, perbankan belum dapat menutupi kebutuhan perumahan tersebut. Sebab, kapasitas KPR saat ini sekitar Rp 100 triliun (30%), kebutuhan total pembiayaan KPR untuk menutupi kekurangan pasokan perumahan mencapai Rp 326 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 26 unit rumah senilai total Rp784,5 juta itu dibangun dengan melibatkan manajemen dan pegawai Bank Mandiri sejak Jumat (16/5) hingga Minggu (18/5).
“Kerjasama yang kami lakukan dengan Habitat ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan rumah yang besar itu. Mudah-mudahan, dengan semakin banyak kerjasama yang dilakukan, maka akan semakin banyak pula masyarakat Indonesia yang dapat memiliki rumah layak huni untuk ditinggali,” ujar Riswinandi dalan keterangan tertulisnya, Minggu (18/5/2014)
Rumah-rumah layak huni itu dibangun di dusun Tanjung Kait, desa Tanjung Anom Kecamatan mauk yang terletak di bagian utara Kabupaten Tangerang. Masyarakat desa ini secara umum masih hidup di bawah garis kemiskinan dengan mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan atau bekerja di industri perikanan.
Ia mengatakan, Desa Tanjung Anom membutuhkan sekitar 200 unit rumah baru disamping 300 unit rumah yang perlu di renovasi. Selain itu, Tanjung Anom juga membutuhkan 800 unit toilet di dalam rumah dan Sembilan unit MCK umum.
“Pembangunan rumah layak huni ini mudah-mudahan dapat sedikit membantu masyarakat Tanjung Anom dalam memenuhi salah satu kebutuhan pokoknya yaitu memiliki rumah tinggal,” katanya,
National Director Habitat for Humanity Indonesia James Tumbuan mengemukakan bahwa semangat Bank mandiri dalam berupaya memenuhi kebutuhan rumah tinggal bagi masyarakat selaras dengan cita-cita Habitat Indonesia.
“Kami memiliki tekad untuk menyediakan rumah layak huni bagi 12 ribu keluarga di Indonesia setiap tahun atau sekitar 60 ribu keluarga selama 5 tahun,” jelas James Tumbuan.
(hen/rrd)











































