Wakil Ketua Realestate Indonesia (REI) Preadi Ekarto mengatakan, daerah yang tanahnya paling mahal saat ini di Jakarta adalah Menteng, Jakarta Pusat. Daerah tersebut masih diklasifikasikan sebagai daerah sangat premium.
"Ya Menteng paling mahal, di sana Rp 100 juta per meter persegi," kata Preadi di acara Halal Bihalal REI, di Senayan City, Jakarta, Jumat (15/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berarti berapa itu Rp 50 miliar (harga rumah) di sana," kata Preadi.
Selain itu, daerah-daerah lain yang juga tanahnya mahal adalah Kelapa Gading, Pondok Indah, juga Sisingamangaraja, Kebayoran Baru.
"Di sana Rp 50 juta-an (per meter)," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum REI Bidang Perpajakan, Handi Pranata mengatakan, untuk daerah perkantoran, harga tanah termahal di Jakarta adalah kawasan Sudirman Central Business District (SBCD), dan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
"CBD itu mahal, kalau Simatupang layernya," kata Handy.
Namun menurutnya, harga tersebut belum seberapa dengan harga properti di luar negeri. Ia mencontohkan harga properti di Singapura jauh lebih mahal.
"Kalau dibandingkan sama di luar nggak mahal-mahal banget. Kalau di sini Rp 50 juta per meter misalkan apartemen. Kalau dibandingkan di Singapura itu Rp 300 juta per satu meter," tutupnya.
(zul/hen)











































