Saat ini, di lahan tersebut, sudah ada gudang Distribution Center (DC) dengan luas 500 meter persegi. Nilai investasi dari pusat distribusi produk-produk RNI ini mencapai Rp 1,5 miliar.
Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengatakan, rencananya di atas lahan tersebut akan dibangun gedung setinggi 35 lantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, untuk lahan ini pihaknya belum bisa menentukan jenis bangunan yang akan dikembangkan. Ismed mengaku masih harus mengkaji jenis bangunan apa yang punya prospek bernilai tambah.
"Kita lihat kajiannya, kita belum bikin. Untuk properti, macam-macam tergantung tren kebutuhan masyarakat di sini apa, tergantung pasarnya, bisa perkantoran, hotel, apartemen, convention hall, tergantung," tegas dia.
Ismed mengungkapkan, nantinya pengerjaan proyek ini sepenuhnya akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya dan tidak menggandeng pihak swasta.
"Tidak mau menggandeng swasta, kan BUMN juga mampu kok. Kita punya Adhi Karya, Waskita Karya, PP, Hutama Karya yang kemampuannya lebih besar dari swasta. Untuk apa ajak swasta? Nanti saya dibilang menguntungkan pihak lain, kalau sama-sama BUMN kan masuk kantong kiri dan kantong kanan," tegas dia.
(drk/ang)











































