Pria yang akrab disapa Ahok tersebut yakin caranya tersebut dapat menata ibu kota menjadi lebih baik. Meskipun sisa waktunya sebagai pimpinan di pemerintahan daerah akan berakhir sekitar tiga tahun lagi.
Dalam program tersebut, Ahok juga berani mempertaruhkan posisinya. Bila masyarakat merasa tak menerima kebijakannya, Ahok pun siap untuk dipilih lagi dalam pemilihan Gubernur selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jakarta Mirip Cichago
|
|
"Jakarta itu mirip Chicago. Dibangun pada 1942, mungkin dulu wali kotanya disuap akhirnya memang asal jadi saja kotanya. Begitu jadi, bingung terus lewatnya bagaimana. Maka terpaksa membangun jalur kereta di atas," jelasnya.
Mengatasi hal tersebut, pemerintah Chicago akhirnya membangun jalur kereta di antara bangunan-bangunan tinggi. Menurut Ahok, langkah ini yang juga akan direalisasikan di ibu kota.
"Jadi seperti Chicago. Bangunan antar bangunan itu ada kereta, elevated," ujar Ahok.
Stasiunnya, kata Ahok, juga akan berada pada bagian atas. Bisa dimungkinkan bekerjasama dengan perusahaan properti dengan menyatukan stasiun bersama apartemen, mal, atau gedung komersial lainnya.
Ide tersebut, tambah Ahok, telah dibicarakan dengan Joko Widodo (Jokowi) selaku Gubernur DKI yang juga presiden terpilih 2014-2019. Proyek ini dinamakannya loopline jilid dua.
"Saya sudah bilang Pak Jokowi, itu dibangun di jakarta. Sehingga di Jakarta ada loopline kedua," sebutnya.
Bangun 6 Ruas Jalan Tol
|
|
"Kalau tidak setuju, jangan pilih saya kembali. Jalan tol ini akan diteruskan," tegasnya.
Ahok menjelaskan, jalan tol yang dibangun ini akan menjadi penyambung dari berbagai tol yang sudah ada. Di samping juga memberikan jalur baru untuk kendaraan dari Kemayoran, Sunter, dan Pulo Gebang.
"Kalau berbicara dari Sunter ke Pulo Gebang, berarti sisi utara Jakarta. Kita kan berbicara memindahkan sebuah jalur ke atas," terangnya.
Begitu juga dengan yang terjadi dengan jalan layang Casablanca. "Kalau Casablanca, kenapa itu nganggur, kosong? Itu adalah bagian dari 6 ruas tol dalam kota. Belum diselesaikan," imbuhnya.
Ahok mengakui, jalur berbasi rel pasti lebih baik. Tapi dengan kondisi Jakarta sekarang, pembangunan jalan tol baru dinilai lebih cepat.
"Tentu semua setuju yang berbasis rel pasti lebih baik, tapi kan tidak mudah. Ini kan apa yang bisa kita lakukan dulu," kata Ahok.
Kereta Api Masuk Tanjung Priok
|
|
"Masak Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN) nggak berhasil masukin rel ke dalam sana (Tanjung Priok)?" ujar Ahok.
Menurutnya, seharusnya sebagai Menteri BUMN Dahlan bisa memerintahkan Pelindo II, selaku operator Pelabuhan di Tanjung Priok agar menyelesaikan pembebasan lahan. Sehingga PT KAI pun bisa melanjutkan pembangunan rel dan stasiun di Priok.
"Nah ini saya bilang Pelindo II itu negara dalam negara. Bikin apa saja seenaknya, kita ngga bisa menyetop dia," sebutnya.
Ahok menambahkan, 65% kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok berasal dari luar Jakarta. Sehingga kemacetan tak bisa dihindari, dampaknya akses untuk arus barang juga menjadi terhambat.
"Sekarang kan Tanjung Priok yang bermasalah karena 65% kendaraan dari luar Jakarta," terangnya.
Teruskan MRT Sampai ke Bogor
|
|
Ahok punya rencana agar MRT jalur utara-selatan (Lebak Bulus-Kampung Bandan) dikembangkan lebih jauh. Salah satu wilayah yang diusulkan bisa tersambung MRT adalah Kabupaten/Kota Bogor dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan, melalui rute selatan.
"Jadi utara ke selatan Lebak Bulus sampai ke Bogor sampai ke Kampung Bandan. Nah timur ke barat sekalian. Sampai ke Cikarang dan Balaraja," ujarnya pada seminar logistik di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/9/2014).
Menurut Ahok, untuk merealisasikan gagasannya ini tidak diperlukan peranan PT MRT Jakarta yang saat ini menggarap MRT koridor utara-selatan bahkan rencananya koridor barat-timur (Cikarang-Balaraja). Pembangunan selanjutnya bisa dilimpahkan kepada PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ), anak usaha PT KAI.
"Kalau saya sih tak perlu ada PT MRT, kasih saja KCJ yang bikin," sebutnya.
Ia menambahkan rencananya ini telah disampaikan kepada Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) selaku pihak yang berwenang terkait perencanaan pembangunan nasional, termasuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Saya sudah bilang ke Bappenas, DKI yang tanggung dengan pemerintah pusat. Jadi betul-betul semua ini dengan kereta," papar Ahok.
Bangun Rusun Tapi Tak Seperti Kalibata City
|
|
"Kami akan membangun apartemen atau rusun sewa berfasilitas lengkap," ujar Ahok.
Ahok mengatakan rusun tersebut tidak akan dijual, melainkan hanya disewakan kepada warga dengan syarat-syarat tertentu. Salah satunya keluarga kecil dan bekerja di sekitar lokasi rusun.
"Kita sewakan seperti harga kos, tapi dengan syarat yang menyewa sini harus keluarga kecil yang bekerja sekitar tempat itu," jelas Ahok.
Menurutnya, jika rusun subsidi dibangun dengan konsep rumah susun sederhana milik (rusunami) maka nasibnya akan sama seperti Kalibata City, di Jakarta Selatan. Setelah selesai dibangun beberapa tahun lalu, rusunami tersebut justru dibeli oleh orang kaya yang lebih senang menggunakan kendaraan pribadi. Padahal peruntukan awalnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Kita tidak ingin lagi kasus Kalibata City terulang. Dijual dan dibeli orang kaya. Kelas menengah. Disuruh naik kereta tapi dia tidak mau," paparnya.
Harapannya dengan dibangunnya banyak rusunawa, maka tidak terlalu banyak aktivitas warga keluar masuk Jakarta yang selama ini mendorong kepadatan di jalan atau kemacetan lalu lintas. Selama ini banyak rumah tapak dibangun di pinggir atau di luar Jakarta, sehingga menimbulkan arus kendaraan ke luar masuk Jakarta.
"Ini akan membuat mengurangi pergerakan orang," tegas Ahok.
Halaman 2 dari 6











































