Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo mengatakan, perolehan kontrak baru tahun ini diprediksi bisa mencapai nilai Rp 22 triliun. Maka dari itu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya ini optimistis bisa meraup target tahun ini sebesar Rp 520 miliar
"Hal ini karena konstribusi seluruh pilar bisnis Perseroan yang menghasilkan keuntungan, yaitu konstruksi, properti, EPC, pracetak, peralatan dan investasi,β ujar Bambang dalam keterangan tertulis, Kamis (30/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total order book sampai dengan minggu keempat Oktober 2014 mencapai Rp 36 triliun yang terdiri dari perolehan kontrak baru sebesar Rp 14,19 triliun dan carry over sebesar Rp 21,93 triliun.
Berikut ini proyek baru yang telah diperoleh Perseroan:
- Apartemen Sawangan di Depok sebesar Rp 896 miliar
- Tol Depok Antasari sebesar Rp 654,022 miliar
- Landmark di Bandung sebesar Rp 599 miliar
- Lexington Apartement di Jakarta sebesar Rp 442 miliar
- Wang Residence Citicon di Jakarta Rp 400 miliar
- Dam Pidekso di Wonogiri sebesar Rp. 361 miliar
- Hotel Dompu Mangadoro di NTT Rp 318 miliar,
- RSP Unair sebesar Rp 314 miliar
- Icon Complex di Jakarta sebesar Rp 430 miliar,
- Mix used building Marquis de Lavayette di Semarang sebesar Rp 270 miliar
Aksi korporasi lain yang akan dilakukan Perseroan, antara lain IPO PT PP Properti pada awal tahun 2015, pendirian pabrik pracetak berikutnya di Lampung, penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II, dll.
Selain itu, Perseroan melalui anak usahanya yaitu PT PP Properti akan mengembangkan proyek Grand Kamala Lagoon tahap II di Kalimalang proyek Grand Sungkono Lagoon tahap II di Surabaya, apartemen Ayoma di Serpong, landed house Payon Amartha di Semarang dan pengembangan bisnis properti ke Australia.
Di samping mengembangkan lahan sendiri, PT PP Properti juga bersinergi dengan BUMN Pertamina membangun apartemen di lahan seluas 4,1 hektar yang berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta.
Sinergi dengan PTPN IX membangun mix used property di lahan seluas 18 hektar di Solo dan sinergi dengan BPJS (PT Jamsostek) membangun gedung perkantoran di lahan seluas 5.000 m2 di Kuningan, Jakarta.
Pada tahun 2015, Perseroan memperkirakan pertumbuhan perolehan proyek baru sekitar 25%, pertumbuhan revenue dan laba bersih sekitar 35%.
(ang/dnl)











































