Dirut BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Massaya mengatakan, hal tersebut merupakan arahan langsung dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) setelah pagi tadi melakukan pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (26/11/2014).
"Pak Wapres memberikan arahan bagaimana BPJS ketenagakerjaan bisa berjalan juga bisa membantu pekerja dalam pemenuhan aspek perumahan dan transportasi," kata Elvyn di Istana Wapres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai tahun depan kita akan siapkan berbagai tempat untuk bisa jadi hunian pekerja. Khususnya di kantong-kantong industri di seluruh Indonesia," ujarnya.
Yang akan dilakukan BPJS Ketenagakerjaan adalah membangun rumah susun sederhana milik (rusunami) dan sewa (rusunawa) yang lokasinya dekat dengan sektor industri. Selain itu pihaknya juga akan membangun hunian tapak melalui kerjasama dengan pihak ketiga.
"BPJS Ketenagakerjaan berikan bantuan uang mukanya perumahannya dengan bunga yang sangat rendah. Lalu berikan akses perbankan untuk memberikan kredit dengan bunga yang lebih murah," katanya.
Beberapa lokasi juga sudah disiapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, antara lain di Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sumatera. Sebagian lahan sudah dikuasai, sementara sisanya masih dicari.
Elvyn mengatakan, beberapa lokasi ada yang sudah dalam proses pembangunan rusun, seperti di Batam, Pelambang, Karawang, dan Jawa Timur. Anggaran yang akan digunakan diambil dari kas BPJS Ketenagakerjaan.
"Agar pekerja lebih baik produktivitasnya karena tempat tinggal mereka dekat dengan pabrik. Intinya begitu," ujarnya.
Dalam satu lokasi, kata Elvyn, akan terdapat 500 hunian. Hunian tersebut akan ditawarkan kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan jika sudah siap huni.
(ang/dnl)











































