Untuk membangun gedung yang lokasinya di sekitar kaki Gunung Pangrango ini, WIKA merogoh investasi Rp 30-40 miliar. Bangunan berbentuk unik ini sudah berdiri sejak 11 Maret 2013.
"Dana ini digunakan untuk seluruh kegiatan dari mulai pembelian lahan, konsultasi hingga pengerjaan fisik bangunan," ujar Pamong Utama Wikasatrian Tonny Warsono kepada detikFinance, Sabtu (13/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komplek pusat pelatihan ini berdiri di atas lahan seluas 9,5 hektar dan dikelola oleh anak usaha WIKA yang bergerak di bidang properti yakni PT WIKA Realty yang juga menjadi pengelola Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan menggarap beberapa perumahan dan apartemen di dalam negeri.
"Yang bangun ini anak usah semua, sekarang yang kelola juga anak usaha. Waktu pembangunan fisiknya sekitar 1 tahun," kata Tonny.
Ia menjelaskan, selain untuk keperluan internal perusahaan, Wikasatrian juga disewakan untuk umum khususnya untuk kegiatan pembinaan para pemimpin perusahaan.
Tercatat, PT Pertamina (Persero) pernah memanfaatkan fasilitas ini untuk pelatihan kepemimpinan para jajaran petinggi Pertamina. "Ada Pertamina, Kementerian PU-Pera, yang lain-lain juga pernah," sebut Tonny.
Untuk keperluan pelatihan perusahaan, dikenakan paket Rp 750.000 per orang per hari. "Itu termasuk ruang rapat, makan siang, penginapan tenda dan fasilitas lainnya," sebutnya.
Sedangkan untuk kegiatan pelatihan tidak sampai menginap, maka disediakan paket senilai Rp 450 ribu per orang per paket.
Dari bisnis ini, diharapkan dapat menyumbang pendapatan berkelanjutan bagi perusahaan sebesar 10%. WIKA Realty selama ini tercatat memiliki kontribusi untuk pendapatan induk usaha WIKA sebesar 20%.
(dna/hen)











































