Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan Pera) Basuki Hadimuljono, Dirut BTN Maryono dipanggil JK. Kedua orang ini diminta melaporkan soal perkembangan proyek pasca di-groundbreaking sepekan lalu.
"Setelah groundbreaking pada 29 April kemarin, Pak Presiden ingin memonitor terus progresnya, supaya setiap bulan akan diadakan monitoring ini sampai benar-benar yakin bahwa program ini berjalan," kata Menteri PU dan Pera Basuki Hadimujono di Kantor Wapres JK, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu groundbreaking ada dengan beberapa provinsi, persentasinya ada 8 provinsi itu 103.000. Ini kita monitor terus sampai progresnya maksimal nanti," katanya.
Pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memulai program pembangunan 1 juta rumah di 2015, pada 29 April 2015. Peluncuran program ini dipusatkan di Jalan Karimun Jawa, Ungaran, Jawa Tengah.
Proyek hunian yang dibangun di Ungaran adalah dua tower Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) tipe T24 terdiri dari 96 kamar dan T36 dengan 70 kamar.
(hen/rrd)











































