Program ini sudah bergulir mulai 1 Maret (rumah tapak) dan 25 April (rusun) bagi pekerja berpenghasilan tetap (maksimal Rp 7 juta/bulan untuk rusun dan Rp 4 juta/bulan untuk rumah tapak).
Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengatakan, tujuan dari program ini untuk mendorong masyarakat yang sebelumnya tak punya kemampuan mempunyai DP rumah, bisa membeli rumah yang diinginkan sesuai kemampuannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, program DP ringan ini juga ditambah dengan adanya keringanan bunga KPR rumah subsidi hanya 5%/tahun. Bunga ini jauh lebih rendah dari progran serupa tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 7,25%/tahun.
"Bisa berlaku 20 tahun dengan bunga fix. Maksimal fix sampai 20 tahun," katanya.
Maryono mengatakan, skema KPR subsidi ini juga sudah diterapkan sistem penjaminan sehingga bisa mencegah dampak terburuk bila terjadi kredit macet atau bermasalah.
"Jadi untuk mengeliminasi risiko bilamana ada kredit yang macet. Jadi sangat kecil sekali dan ini sangat lancar apalagi ini pada umumnya masyarakat yang berpenghasilan tetap," katanya.
Sementara itu, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, selain skema bunga KPR rendah dan uang muka rendah, program KPR subsidi juga memberikan fasilitas bantuan yang muka sebesar Rp 4 juta bagi nasabah yang dapat KPR FLPP.
"Uang muka tadi di samping 1%, tapi ada juga tambahan cash subsidi dari pemerintah sebesar Rp 4 juta," katanya.
(hen/rrd)











































