Inverstor Asal China Minati Program 1 Juta Rumah Jokowi

Inverstor Asal China Minati Program 1 Juta Rumah Jokowi

- detikFinance
Senin, 11 Mei 2015 16:41 WIB
Inverstor Asal China Minati Program 1 Juta Rumah Jokowi
Jakarta - Investor asal China yakni Beijing Set Force Technology Development Co Ltd dan China Railway Enggineering Design Institute Co. Ltd, ingin ikut ambil bagian dari program satu juta rumah tahun ini. Bahkan mereka mampu membangun tiga unit rumah dalam sehari dengan hanya empat pekerja saja.

Perwakilan dari Beijing Set Force Technology Development Co Ltd, Lei Guan Ling mengungkapkan, perusahaannya menggunakan teknologi dengan sistem panel. Teknologi ini diharapkan dapat membantu pemerintah Indonesia dalam rangka mempercepat program hunian tersebut.

"Perusahaan kami memiliki Panelized System Housing yang dapat mempercepat waktu pembangunan rumah. Dan teknologi tersebut telah digunakan oleh pemerintah China sejak tahun 2011 lalu dan telah berhasil untuk membangun jutaan rumah bagi masyarakat China. Kami berharap ke depan bisa bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam program perumahan ini," ujar Ling dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, sebagai negara yang penduduknya banyak, pemerintah Negeri Tirai Bambu mendorong pembangunan perumahan dengan waktu pembangunan yang cepat, dan harga rumah yang terjangkau bagi masyarakatnya.

Program Satu Juta Rumah di Indonesia, imbuhnya, tentunya membutuhkan teknologi yang mampu mempercepat proses pembangunan sehingga waktu pembangunan dan tenaga kerja yang dibutuhkan lebih efektif.

Pihaknya juga mengklaim dengan Panelized System Housing yang telah lama dikembangkan dan dimanfaatkan oleh pemerintah China bisa menghemat waktu pembangunan sekitar 15 – 30 persen.

"Di China kami bisa membangun tiga unit rumah ukuran 36 meter persegi dengan empat orang pekerja dalam waktu satu hari dengan sistem tersebut. Panel – panel dan tulang-tulang untuk pembangunan rumah semuanya sudah dibuat di pabrik, dan dengan sistem knock down maka rumah tersebut lebih cepat dibangun dan tahan terhadap cuaca," terangnya.

Penjajakan perusahaannya ke Indonesia ini merupakan tindak lanjut hasil kunjungan kerja yang dilakukan Presiden Joko Widodo ke China beberapa waktu lalu.

Ke depan, pihaknya juga ingin melakukan paparan mengenai teknologi perumahan ini ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono serta Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Syarif Burhanuddin yang mengkoordinir program satu juta rumah tersebut.

(zul/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads