Setelah membuka hotel transit di Medan Sumatera Utara dan Stasiun Gambir Jakarta Pusat, perseroan bakal membuka hotel transit di kota-kota yang menjadi lokasi tujuan wisata.
"Intinya kota itu wisata berkembang, kalau wisata berkembang, selain butuh transportasi, pasti akomodasi. Kayak backpacker perlu tempat istirahat," kata Direktur Utama PT KA Pariwisata Adi Suryatmini kepada detikFinance Jumat (3/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jakarta sendiri kita jajaki mungkin di Pasar Senen atau Jatinegara. Kita lihat kebutuhan customer berapa banyak. Bila banyak penumpang datang dini hari untuk melanjutkan perjalanan masih larut malam kan kurang nyaman. Maka dia butuh hotel. Pokoknya kalau banyak orang ngantuk di kursi tunggu artinya dia butuh," ujarnya.
Untuk investasi pengembangan hotel transit di dalam stasiun, Adi mengaku uang yang diperlukan tidak besar. Alasannya di dalam stasiun bangunan sudah berdiri.
Dana hanya dipakai menambah investasi interior dan fasilitas penunjang untuk membuat hotel mini. Untuk pengembangan hotel transit, tantangan terbesar ialah menunggu persetujuan atau izin dari pemerintah daerah.
"Perizinan yang lama, bangun cepat. Apalagi di stasiun bangunan sudah ada, tinggal buat interior 3 bulan selesai. Dana seperti di Gambir, nggak terlalu banyak sekitar Rp 5 miliar," katanya.
(feb/hen)











































