Konsultasi Properti

img_list
Rumahku.com fb: Rumahku.FansPage twitter: @rumahku Instagram: @rumahkucom Portal Properti No.1
Follow detikFinance
Senin 03 Aug 2015, 06:45 WIB

Mengajukan KPR Rumah Kedua Saat KPR Rumah Pertama Belum Lunas

Rumahku.com - detikFinance
Mengajukan KPR Rumah Kedua Saat KPR Rumah Pertama Belum Lunas
Jakarta - Meningkatnya harga properti belakangan ini membuat banyak orang ingin melakukan investasi di sektor ini. Kenaikan harga setiap tahunnya tersebut menjadikan investasi, melalui kepemilikan properti kedua menjadi marak diterapkan. Namun bolehkah jika KPR (Kredit Pemilikan Rumah) rumah pertama belum usai namun akan mengajukan KPR untuk rumah kedua?

Anda tentu boleh melakukan pengajuan KPR bagi rumah kedua maupun ketiga, sementara cicilan Anda tetap berjalan di bank. Namun Anda perlu memperhatikan beberapa hal saat ingin melakukan pengajuan KPR untuk rumah kedua.

1. Reputasi Keuangan Baik
Sama halnya saat Anda melakukan pengajuan KPR untuk rumah pertama, bank tentu akan melihat reputasi keuangan Anda melalui catatan pengeluaran dan pemasukan di rekening Anda.

Namun di pengajuan kedua ini, bank akan lebih spesifik melihat apakah Anda tergolong mampu membayar setiap angsuran dengan tepat waktu serta memenuhi setiap persyaratan yang dibutuhkan.

2. Lihat Besaran Bunga Cicilan
Menurut Peraturan BI Nomor 17/10/PBI/2015 tentang pelonggaran LTV (Loan to Value) dan FTV (Financing to Value), pembayaran kredit bagi rumah kedua sudah melonggar menjadi 70 persen, di mana sebelumnya berada di angka 60 persen. Ini berarti debitur harus membayar bunga setidaknya 30 persen untuk rumah kedua. Anda dipastikan harus mampu membayar cicilan rumah kedua Anda bersamaan dengan cicilan rumah pertama yang masih berjalan.

3. Lihat Seksama Aturan Bank yang Dituju
Berbeda bank yang Anda tuju untuk mengajukan KPR, maka berbeda pula kebijakan yang dianutnya. Perhatikan dengan seksama aturan main di bank yang Anda pilih tersebut. Misalnya saja cicilan Anda tidak boleh lebih dari 40 persen penghasilan (berarti Anda harus punya uang muka yang besar atau jumlah angsuran diperbesar), mengajukan kredit rumah kedua setelah 6-12 bulan akad kredit rumah pertama dan sebagainya.

4. Tidak untuk Membeli Rumah Bersubsidi
Jika Anda berniat untuk membeli rumah bersubsidi sebagai rumah kedua Anda, maka urungkan niat tersebut! Anda tidak dapat membeli rumah bersubsidi karena rumah tersebut hanya diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan gaji di bawah Rp 4 juta. Bank Indonesia akan mencatat bahwa Anda pernah dan/atau sedang/sudah melakukan kredit pemilikan rumah pertama, sehingga Anda dikategorikan sebagai masyarakat mampu. Jadi walaupun Anda mencoba untuk mengajukan di bank berbeda, Anda akan tetap tidak dapat melakukannya.
 
5. Sebaiknya untuk Investasi
Kebanyakan orang memang membeli rumah kedua sebagai investasi dan bukan sebagai tempat tinggal. Namun tak ada salahnya jika Anda membeli rumah kedua tersebut sebagai Aset Aktif. Ini berarti Anda menjadikan aset properti kedua Anda sebagai penghasilan pasif. Saat akad rumah sudah disetujui, Anda dapat menyewakan rumah tersebut (per bulan atau per tahun) sehingga uang sewa tersebut dapat kembali Anda gunakan untuk membayar cicilan rumah.

(Putri Ianne Barus / Rumahku.com)

(dnl/dnl)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar perencanaan keuangan, properti dan UKM.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed