Ekonomi Lesu, Saatnya Berburu Rumah Bekas

Ekonomi Lesu, Saatnya Berburu Rumah Bekas

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2015 14:00 WIB
Ekonomi Lesu, Saatnya Berburu Rumah Bekas
Jakarta - Penjualan properti pada Semester I-2015 ini tercatat mengalami penurunan akibat kondisi ekonomi yang lesu. Penurunan tidak hanya terjadi pada penjualan properti primer alias rumah baru yang dibangun pengembang melainkan juga pada rumah bekas.

Associates Executive Director Century 21 Indonesia, Daniel Handojo โ€Žmengatakan penurunan penjualan rumah bekas mencapai 10%. Meski mengalami penurunan, kondisi ini tak seburuk yang dialami oleh rumah primer atau rumah baru. Saat ini waktunya yang tepat mencari rumah bekas.

"Kalau rumah primeโ€Ž turunnya bisa 20-30%. Kita (penjualan rumah second) tidak separah itu. Rumah second lebih tahan terhadap lesunya perekonomian. Penjualan rumah second turun juga tapi cuma 5%-10%," ujar Daniel di Kantor Century 21, DBS Tower, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih tahannya pasar rumah bekas ketimbang rumah baru terhadap pelemahan ekonomi, karena saat ini permintaan rumah bekas relatif masih tinggi.

"Supply (ketersediaan) dan demand (permintaan) rumah second cenderung seimbang. Banyak yang jual banyak juga yang beli. Kalau rumah baru cenderung banyak orang terutama investor masih wait and see," tutur dia.

Menurutnya, kondisi saat ini justru saat yang tepat untuk berburu rumah bekas karena banyak pemilik rumah yang akhirnya melepas di bawah harga pasar.

"Artinya bukan dia jual rugi. Dia jual di bawah harga pasar, tapi tetap untung dibanding โ€Žharga waktu dia beli. Misalnya dia punya apartemen harga 3 tahun lalu Rp 300-400 Juta, harga pasar saat ini Rp 700-800 juta. Dia jual di harga Rp 500-550 juta saja dia sudah untung," jelas dia.

Menurutnya dengan kondisi saat ini, pembeli juga untung karena dia bisa beli di bawah harga pasar. Jadi ini satu kondisi yang menguntungkan buat semua orang.

"Ini waktunya kalau mau beli properti second, karena masih ada peluang kenaikan tapi dia beli harga murah," pungkasnya.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads