Anak Usaha BUMN Ini Incar Tanah di Samping Proyek Tol Trans Sumatera

Anak Usaha BUMN Ini Incar Tanah di Samping Proyek Tol Trans Sumatera

Dana Aditiasari - detikFinance
Sabtu, 19 Sep 2015 12:49 WIB
Anak Usaha BUMN Ini Incar Tanah di Samping Proyek Tol Trans Sumatera
Foto: Proyek Tol Trans Sumatera
Jakarta - PT HK Realtindo mengincar lahan-lahan di samping Jalan Tol Trans Sumatera. Lahan-lahan ini akan dipergunakan untuk membangun kawasan perumahan dan properti lainnya.

Lahan-lahan itu sendiri akan berlokasi di dekat Jalan Tol Trans Sumatera yang digarap induk usahanya, yakni PT Hutama Karya (HK), adalah ruas Medan-Binjai (16,8 km), Pekanbaru-Kandis-Dumai (135 km), Palembang-Indralaya (22 km), dan Bakauheni-Terbanggi Besar (150 km).

"Kami akan mengakuisisi lahan-lahan di samping Jalan Tol Trans Sumatera yang saat ini menjadi tanggung jawab induk usaha kami (PT HK)," ujar Direktur Utama HK Realtindo, Muhammad Fauzan, saat makan malam bersama di Pacific Restaurant and Lounge, Jakarta, Jumat (18/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lahan-lahan yang diakuisisi tersebut, kata dia, akan memiliki luas kurang antara 30-70 hektar setiap masing-masing hamparan. Sayang ia enggan menyebut titik pasti lahan yang akan diakusisi alias dibebaskan tersebut.

"Nanti kalau kita sebut harga tanahnya naik duluan sebelum kita beli," sambung dia.

Lahan-lahan ini sendiri akan dipergunakan untuk membangun kawasan hunian, dan pemukiman langkap dengan berbagai fasilitas seperti rumah sakit, sekolah dan sebagainya. Di mana kawasan ini nantinya akan difungsikan menjadi kawasan kota satelit.

Ia mengaku, hal ini ditempuh karena pemerintah menginginkan pembangunan jalan tol tidak hanya berhenti sampai di pembangunan jalannya saja, tetapi juga pembangunan kawasan dan pusat-pusat ekonomi baru.

"Kami mau bikin kota baru seperti Alam Sutera di Tangerang. Jadi ada kawasan pemukiman dengan akses tol sendiri langsung ke sana. Jadi bentuknya seperti kota satelit. Memang keinginannya pemerintah agar kawasan di samping jalan tol juga ikut dibangun," jelas dia.

Untuk membiayai seluruh rencana tersebut, pihaknya telah mengaggarkan dana Rp 150 miliar yang bersumber dari hasil penerbitan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN) yang totalnya mencapai Rp 550 milar.

"Anggarannya sekitar Rp 150 miliar dari MTN yang mau kita terbitkan tahun ini," pungkas dia.

(dna/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads