Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya mengatakan bahwa persyaratan memiliki rusun ini sangat mudah. Rusun murah ditargetkan bisa dimulai pembangunannya awal tahun depan.
"Syarat utamanya adalah telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) sekurang-kurangnya 1 tahun," kata Elvyn di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak membatasi domisili, tapi karena lokasinya di Jonggol (Jawa Barat), kami akan memprioritaskan mereka yang bekerja di sekitar daerah itu," katanya.
Kemudian, pekerja yang bersangkutan dapat mendaftarkan diri ke masing-masing perusahaan tempatnya bekerja untuk mendapat hak memesan rusun murah ini.
"Syaratnya perusahaan juga harus anggota BPJS Ketenagakerjaan. Kalau yang belum jadi peserta, minta dong ke perusahaannya untuk jadi peserta," katanya.
Untuk masalah pembiayaan, peserta bisa memilikinya dengan cara KPR konvensional ke bank seperti BNI, BRI, Mandiri dan BTN. Namun bila ingin lebih ringan, peserta bisa mengajukan pembiayaan dengan fasilitas tambahan dari progam bantuan pembiayaan perumahan lewat skema FLPP atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan bila memenuhi kualifikasi.
"Syarat FLPP kan harus rumah pertama, belum pernah mendapat bantuan pembiayaan lain dari pemerintah, ada batas penghasilan dan seterusnya. Jadi itu harus dipenuhi untuk mendapatkan fasilitas FLPP," katanya.
Pada proyek ini, sedikitnya ada 30.000 unit hunian berbentuk Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang berdiri di atas lahan seluas 200 hektar (Ha) milik BPJS Ketenagakerjaan yang bisa dimiliki.
"Groundbreaking kita sedang siapkan. Kita upayakan awal tahun depan bisa mulai bangun. Karena nggak perlu bebaskan tanah, itu sudah punya BPJS Ketenagakerjaan. Sekarang kita matangkan persiapan dulu," katanya.
(dna/hen)











































