Pemerintah Siap Bangun 11.000 Unit Rusun Sewa di Jakarta

Pemerintah Siap Bangun 11.000 Unit Rusun Sewa di Jakarta

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2016 11:34 WIB
Pemerintah Siap Bangun 11.000 Unit Rusun Sewa di Jakarta
Foto: Penghuni Rusun Rawa Bebek dibagikan etalase untuk jualan (Jabbar/detikcom)
Jakarta - Biaya sewa tempat tinggal menjadi beban tersendiri bagi para pekerja yang bekerja di ibu kota. Sayangnya, mereka sering kali tak punya pilihan.

Menjawab permasalahan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 5 rumah susun di kawasan ibu kota.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan 5 rumah susun tersebut bakal dibangun dalam 3 tahun ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami punya program membangun 5 rumah susun sewa dalam 3 tahun sampai 2018. Salah satunya yang di kemayoran itu pembangunannya sudah kita mulai sejak Januari 2016 kemarin," ujar dia kepada detikFinance, Jumat (13/5/2016).

Rusun yang akan dibangun, lanjut dia, bakal mengambil lokasi di pusat-pusat kegiatan ekonomi di ibu kota.

Ia merinci, akan ada 2 tower yang dibangun di Rusun Pasar Rumput di Jalan Sultan Agung, Pasar Rumput, Manggarai Jakarta Selatan. Ada pula Rusun Pasar Minggu di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang akan terdiri dari 3 tower.

Lokasi lainnya adalah Rusun Pondok Kelapa di Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur yang terdiri dari 2 tower.

Berikutnya adalah 10 tower Rusun Sewa di Kemayoran dengan rincian Rusun Kemayoran di Blok C2 yang terdiri dari 3 tower dan Blok D10 yang terdiri dari 7 tower.

"Totalnya ada 11.196 unit yang siap disewakan di tahun 2018," sambung dia.

Untuk biaya sewanya, ia memastikan akan lebih murah ketimbang harga sewa tempat-tempat kos komersial. Sayang ia belum mau membeberkan berapa besaran harga sewa tersebut.

"Karena ini menyasar MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) pastinya akan murah sekali. Tapi berapanya, belum bisa kita beri tahu sekarang. Nanti menjelang operasi baru kita umumkan," pungkas dia. (dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads