"Nggak ada masalah. Manajemen dan operasional Hotel Panghegar tetap berjalan normal seperti biasa meski dipantau kurator," ujar Direktur Hospitality Hotel Panghegar, Hilwan Saleh saat berbincang bersama detikFinance di Hotel Panghegar, Kota Bandung, Rabu (5/10/2016).
Hilwan mengaku banyak koleganya yang terkejut mengetahui Hotel Panghegar dilelang. Bahkan tak sedikit yang menyampaikan keprihatinan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, sambung Hilwan, pihaknya menegaskan urusan operasional hotel harus tetap berjalan lantaran menyangkut perut sekitar 450 karyawan. Promo-promo hotel, sambung dia, tetap gencar digulirkan manajemen.
"Hotel Panghegar ini kan targetnya untuk MICE. Jadi setiap hari ada saja tamu yang menggelar rapat di sini, baik itu perusahaan swasta, BUMN dan asosiasi-asosiasi," tutur Hilwan.
Selain itu, dia menuturkan, tamu-tamu juga tidak terganggu dengan problematik yang tengah dihadapi Hotel Panghegar. "Tamu malah enggak terpengaruh. Malah enggak banyak tanya juga. Tamu tetap enjoy menginap di sini, ya itu terlihat saat tamu foto-foto di area hotel," kata Hilwan.
Menurut dia, tingkat hunian saat weekday dan weekend terbilang stabil. Hilwan menyebut okupansinya rata-rata sekitar 56-60%.
"Kalau Senin hingga Kamis diisi oleh tamu yang melaksanakan rapat serta bisnis. Nah, kalau Jumat hingga Minggu itu diisi kalangan keluarga yang mengisi liburan di Kota Bandung. Tamu kita dari domestik, ada juga mancanegara seperti antara lain Malaysia, Singapura, Korea, Jepang, Belanda dan Jerman," ujar Hilwan menegaskan.
Bukan hanya hotel, Hilwan menyatakan, operasional apartemen yang bersebelahan dengan Hotel Panghegar ini juga berlangsung normal.
Hotel memilki 501 unit kamar yang bertarif Rp 1,2 juta hingga Rp 7,5 juta ini, lanjut Hilwan, turut berkontribusi dalam perhelatan PON XIX Jabar, beberapa waktu lalu. Para Kontingen Kaltim merasakan menginap di hotel yang berlokasi di jantung Kota Bandung.
"Hotel legenda ini diambil orang saat penutupan PON di tanah legenda," kata Hilwan saat mengomentari lelang yang dinilai pihak Panghegar prosesnya cacat hukum.
PT Panghegar Kana Properti dan PT Hotel Panghegar diputus dalam keadaan pailit. Putusan tersebut ditetapkan majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada Rabu 15 Juni 2016. Pada Kamis (29/9) lalu, dua aset tanah dan bangunan Panghegar Group berupa hotel serta sejumlah unit apartemen Panghegar Residence Dilelang Bank Bukopin selaku pemberi kredit aset.
Proses lelang atas objek tersebut berlangsung di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Dua objek lelang itu dibeli Bayu Sukmana Pasi senilai Rp 371,1 miliar. (bbn/dna)











































