Follow detikFinance
Kamis 08 Jun 2017, 11:40 WIB

Tinggal di Rusun Dekat Stasiun: Biaya Transportasi Jadi Lebih Murah

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Tinggal di Rusun Dekat Stasiun: Biaya Transportasi Jadi Lebih Murah Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) kini tengah diminati. Beberapa pengembang perumahan swasta maupun milik negara seperti Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) juga melirik potensi hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik ini.

Perumnas berencana membangun 1.500 unit Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di Stasiun Tanjung Barat dan 2.000 unit di Stasiun Pondok Cina bulan ini. Pembangunan hunian yang terintegrasi dengan stasiun kereta api diharapkan bisa mempermudah mobilitas masyarakat perkotaan yang tinggi.

"Kalau tinggal di dekat stasiun seperti ini kan bisa langsung menggunakan transportasi massal kereta api," jelas Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir saat berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Selain itu, masyarakat juga bisa tinggal di lokasi yang strategis yang tidak terlalu jauh dari jantung ibu kota Jakarta. Terlebih lagi masa kepemilikan rusun hingga 50 tahun.

"Lokasinya juga strategis di pusat kota," ujar Nawir.
Rusunami yang akan dikembangkan Perumnas di dua stasiun tersebut juga ada yang bersubsidi dengan harga mulai dari Rp 200 juta dan uang muka 1%. Dengan demikian, backlog tempat tinggal pun bisa berkurang.

"Harganya murah dan KPA bersubsidi," kata Nawir.

Dengan mudahnya akses transportasi dan lokasi yang strategis, pengeluaran masyarakat untuk biaya transportasi pun menjadi lebih hemat. Sehingga bisa dialokasikan ke pengeluaran lainnya yang lebih dibutuhkan.

"Perumnas menyediakan perumahan bagi masyarakat banyak di tempat-tempat yang bagus. Sehingga secara waktu, secara uang menjadi lebih hemat," jelas Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, Galih Prahananto beberapa waktu lalu.

Perumnas pun tengah mengkaji rencana pembangunan rusunami di lokasi lain. Sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk memiliki tempat tinggal yang terjangkau dari segi harga dan lokasi.

"Masih kita pelajari. Mereka PT KAI kan menawarkan beberapa lokasi, masing-masing kan harus kita pelajari. Nanti baru bisa kita putuskan. Itu harus kita kaji, jangan sampai tidak pas," ujar Galih.
(ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed