Perumnas berencana membangun 1.500 unit Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di Stasiun Tanjung Barat dan 2.000 unit di Stasiun Pondok Cina bulan ini. Pembangunan hunian yang terintegrasi dengan stasiun kereta api diharapkan bisa mempermudah mobilitas masyarakat perkotaan yang tinggi.
"Kalau tinggal di dekat stasiun seperti ini kan bisa langsung menggunakan transportasi massal kereta api," jelas Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir saat berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Selasa (6/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lokasinya juga strategis di pusat kota," ujar Nawir.
"Harganya murah dan KPA bersubsidi," kata Nawir.
Dengan mudahnya akses transportasi dan lokasi yang strategis, pengeluaran masyarakat untuk biaya transportasi pun menjadi lebih hemat. Sehingga bisa dialokasikan ke pengeluaran lainnya yang lebih dibutuhkan.
"Perumnas menyediakan perumahan bagi masyarakat banyak di tempat-tempat yang bagus. Sehingga secara waktu, secara uang menjadi lebih hemat," jelas Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, Galih Prahananto beberapa waktu lalu.
Perumnas pun tengah mengkaji rencana pembangunan rusunami di lokasi lain. Sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk memiliki tempat tinggal yang terjangkau dari segi harga dan lokasi.
"Masih kita pelajari. Mereka PT KAI kan menawarkan beberapa lokasi, masing-masing kan harus kita pelajari. Nanti baru bisa kita putuskan. Itu harus kita kaji, jangan sampai tidak pas," ujar Galih.











































