Follow detikFinance
Selasa 08 Aug 2017, 17:51 WIB

Benarkah Sektor Properti Lesu? Ini Kata BTN

Danang Sugianto - detikFinance
Benarkah Sektor Properti Lesu? Ini Kata BTN Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2017 tak berbeda dengan kuartal sebelumnya di level 5,01%. Hal ini disinyalir lantaran lesunya tingkat konsumsi masyarakat.

Kelesuan konsumsi masyarakat juga tercermin dari lesunya sektor properti. Rumah.com Property Index (RPI) mencatat, volume suplai properti mengalami penurunan signifikan di kuartal II-2017 sebesar 9,6%. Angka itu berbanding terbalik dengan kuartal sebelumnya yang naik 11,4%.

Hal itu, sepertinya tidak berdampak kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Bank plat merah yang fokus pada kredit pemilikan rumah (KPR) ini masih mencatatkan pertumbuhan kredit di semester I-2017 sebesar 18,81% menjadi Rp 177,4 triliun.

Dari penyaluran kredit tersebut 90,04% ditopang dari kredit perumahan. Tercatat kredit perumahan BTN di semester I-2017 sebesar Rp 159,73 triliun, angka itu naik 17,68% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 135,74 triliun.

Menurut Managing Director Comercial Lending BTN, Oni Febriarto R, kelesuan pembelian properti sepertinya hanya terjadi di segmen menengah. BTN sendiri lebih banyak pembiayaan perumahan di segmen bawah yang dipandang masih bergairah.

"Segmen di harga Rp 500 jutaan masih ok, yang mampet itu di segmen tengahnya. Kalau mahal di atas Rp 2 miliar juga masih hidup. Jadi di tengah-tengah saja yang mandek. Kalau kita bermain di segmen tengah pasti enggak tinggi (kredit) kita," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Pihaknya pun menargetkan kredit BTN tahun ini bisa tumbuh sekitar 20%-22%. Target tersebut diharapkan masih ditopang dari kredit di sektor perumahan.

Menurut Oni segmen properti di kelas bawah hingga akhir tahun masih akan bergeliat seiring dengan program pemerintah 1 juta rumah yang fokus diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Pak Jokowi menggenjot perumahan bersubsidi. Keinginan pengembang untuk bermain di segmen ini juga besar kami rasakan. Dan kami juga memiliki daya saing yang tinggi di segmen itu, karena sudah lama bermain dan kedekatan kami dengan pengembang," tukasnya. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed