Follow detikFinance
Selasa 15 Aug 2017, 17:57 WIB

Beli Rusunami Mulai Rp 200 Jutaan, Buka Pintu Langsung Stasiun

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Beli Rusunami Mulai Rp 200 Jutaan, Buka Pintu Langsung Stasiun Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Perumnas akhirnya memulai pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang terintegrasi dengan Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Rusunami Stasiun Tanjung Barat merupakan satu dari dua Rusunami dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang akan dibangun oleh Perumnas tahun ini.

Rusunami ini berlokasi persis di sebelah stasiun KRL Tanjung Barat yang ada di Jagakarsa, Artinya, penghuni rusunami nantinya tak perlu keluar kawasan, dari rumah menuju stasiun KRL. Karena langsung terhubung dengan kereta api, maka penghuni rusun tak perlu sampai mengendarai kendaraan pribadi dan dapat mempersingkat waktu perjalanan.

Dengan KRL, perjalanan dari Stasiun Tanjung Barat menuju Stasiun Sudirman hanya memakan waktu 30 menit, dan 15 menit perjalanan menggunakan KRL dari stasiun Tanjung Barat menuju stasiun Pondok Cina di Depok.

"Jadi penghuni turun, dari sini ke stasiun pakai kereta ke Sudirman cuma 30 menit, ke Pondok Cina 15 menit. Malamnya bisa ngopi dulu sebelum naik ke atas. Ada halte juga yang akan kami sambungkan nanti langsung lewat JPO," kata Direktur Utama Perumnas, Bambang Triwibowo di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Selain menghemat waktu, hunian yang terintegrasi dengan stasiun KRL ini juga dapat membantu penghuni dalam menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.

"Dengan konsep TOD, penghuni bisa lebih efisien. Lalu biaya transport, hanya Rp 3.000 bisa sampai Sudirman dan Rp 1.500 sampai ke Pondok Cina. Kemacetan pun bisa jauh berkurang dan akan mengurangi polusi," sambungnya.

Sebagai informasi, rusunami yang ada di Stasiun Tanjung Barat rencananya bakal dijual mulai dari harga Rp 202 juta yang diperuntukkan bagi MBR hingga Rp 576 juta yang diperuntukkan bagi komersil.

Dari total 1.232 unit hunian yang dibangun, 298 unit di antaranya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya dijual komersil. Ada dua tipe rusunami yang akan dibangun, yakni dengan tipe studio 1 kamar luas 22 m2 dan tipe hunian dengan 2 kamar tidur luas 32 m2. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed