Berapa Harga Rusunami Tanjung Barat yang Bikin Orang Rela Antre?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 31 Agu 2017 19:35 WIB
Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Jakarta - Antrean pemesanan calon penghuni rumah susun sederhana milik (Rusunami) Stasiun Tanjung Barat berkembang pesat. Dalam waktu dua minggu saja, nomor antrean pemesanan yang sudah dicaplok mencapai angka 1.000.

Animo masyarakat terbilang tinggi akan hunian yang menawarkan harga miring, namun juga dekat dengan aksesibilitas transportasi maupun fasilitas umum. Meskipun harga murah yang ditawarkan hanya kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) saja, dan jumlahnya tak sampai 300 unit dari total unit seluruhnya 1.232 unit.

Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir mengatakan, harga untuk rusunami Stasiun Tanjung Barat sendiri belum ditentukan, termasuk jumlah cicilan, tenor dan besaran bunga untuk hunian non subsidi. Meski belum pasti, Ia hanya mengatakan, jika mengikuti aturannya, maka harga untuk MBR akan dipatok Rp 9,2 juta/m2 dan untuk non MBR atau komersil sebesar Rp 16-18 juta/m2.

"Harganya belum, karena masih dalam proses perhitungan. Jadi belum dipublish," katanya ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Rusunami Tanjung Barat sendiri menyediakan hunian yang terdiri dari dua tipe, yakni tipe studio dengan 1 kamar luas 22 m2 dan tipe hunian dengan 2 kamar tidur luas 32 m2. Jika harga mengikuti ketentuan di atas, maka harga terendah untuk rumah subsidi bakal berkisar Rp 202 juta untuk yang luasnya 22 m2. Dan untuk yang anami non subsidi, harganya sekitar Rp 576 juta untuk luas 32 m2.

Adapun penjualan proyek rusunami di Stasiun Tanjung Barat ini rencananya baru akan dipasarkan pada September mendatang. MBR dapat memiliki hunian ini dengan menggunakan skema FLPP dari Bank BTN. Hak guna kepemilikan rusunami berjangka waktu hingga 50 tahun.

Nantinya, di dalam area rusunami juga akan terdapat zona komersial, yang terdiri dari kiosk, F&B (food and beverage), modern dan tradisional retail yang rencananya bakal disewakan. Selain itu ada pula fasilitas tempat parkiran dengan total keseluruhan sekitar 4.186 m2 di mana tetap memprioritaskan kepada para penghuni.

Sehingga, idealnya tidak hanya kebutuhan hunian yang akan terpenuhi, namun juga penciptaan nilai tambah perekonomian baru pada wilayah tersebut. (eds/dna)