Follow detikFinance
Senin 11 Sep 2017, 12:53 WIB

Rusun 'Nempel' di Stasiun Bogor Mulai Dibangun Oktober 2017

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rusun Nempel di Stasiun Bogor Mulai Dibangun Oktober 2017 Foto: istimewa
Jakarta - Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Dirut Waskita Karya dan Wali Kota Bogor melakukan penandatangan nota kesepahaman sinergi Transit Oriented Development (TOD) kawasan Stasiun Bogor dan Rencana Pembangunan Halte dan Stabling Kelurahan Sukaresmi Kota Bogor

Penandatangan disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soermarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2016). Rencananya, groundbreaking dari proyek tersebut pada 5 Oktober 2017.

Dalam kesempatan itu Rini mengatakan, pembangunan TOD di kawasan Stasiun Bogor ini penting dilakukan karena Kota Bogor menjadi titik penting bagi masyarakat yang hendak ke Jakarta menggunakan transportasi kereta api. Oleh sebab itu, penataan dan pembangunan TOD di stasiun Bogor sangat diperlukan.

"Sinergi BUMN ini kita harap bisa wujudkan Bogor jadi nyaman dan efisien dalam pengelolaan transportasi publik. Jadi harapan saya TOD sebagai satu titik. Saya sering cerewet ke BUMN agar sinergi bisa lebih baik. untuk realisasikan harapan wali kota, kolaborasi kerja sama harus terbentuk kalau tidak tidak mungkin kita bisa lakukan banyak hal. TOD ini akan dibangun dengan Halte Sukaresmi karena mengurai jumlah penumpang yang akan naik ke Stasiun Bogor untuk sebagian pindah ke Sukaresmi," kata Rini dalam sambutannya di lokasi, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Rini mengatakan, saat ini, jumlah penumpang kereta menuju Jakarta melalui Stasiun Bogor telah mencapai 600 ribu orang setiap harinya. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif lain agar tak terjadi penumpukan parah di Stasiun Bogor.

"Saya memang berkali-kali lihat bagaimana stasiunnya yang memang sudah enggak memadai untuk penumpang 600 ribu perhari. Ini kemudian kita cari solusi. Tentunya kita harus memikirkan bagaimana Kota Bogor ini secara transportasi publik harus lebih baik dan lebih aman," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Budi Karya mengatakan dengan adanya TOD maka dapat mengefisiensikan ruang kota untuk menjadi suatu tempat paduan moda trasportasi yang ada.

"Kalau bicara TOD. TOD bisa movement satu titik, mengefisiensikan ruang kota, TOD paduan moda transportasi seperti LRT, BRT, dan MRT, ini proyek yang bagus sekali agar menjadikan Bogor menjadi tempat TOD," terangnya.

Sementara itu Walikota Bogor, Bima Arya, mengatakan sektor transportasi menjadi salah satu masalah yang ada di Kota Bogor. Oleh sebab itu, pembenahan tata ruang untuk transportasi ini penting dilakukan, termasuk pembangunan TOD di kawasan Stasiun Bogor.

"Tantangan utama di Kota Bogor bukan soal yang eksisting tapi juga mengantisipasi perkembangan yang cepat, 600 ribu commuter line, 300 orang masuk ke Bogor, 800 motor baru, 800 mobil baru masuk ke bogor, kalau kita tidak berbuat apa-apa pasti enggak bisa ke mana-mana. Kata kunci 3, akselerasi, koordinasi dan kolaborasi, tidak mungkin kita hambat perkembangan harus kita jemput tapi harus dikelola, di Bogor, pembenahan tata ruang perlu dilakukan," tukasnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed