Follow detikFinance
Selasa 12 Sep 2017, 17:09 WIB

Diterpa Isu Lingkungan, Ini Penjelasan Bos Meikarta

Dana Aditiasari - detikFinance
Diterpa Isu Lingkungan, Ini Penjelasan Bos Meikarta Foto: Handy Nursatyo/detikcom
Tangerang - Pengembangan kawasan Kota Baru Meikarta oleh Lippo Cikarang mendapat sorotan. Selain perihal perizinan, kalangan penggiat lingkungan juga menyampaikan kritik pengembangan kawasan ini bakal merusak lingkungan sekitar.

"Soal lingkungan, kami sedikit cerita soal kondisi alam Cikarang di masa lalu," ungkap CEO Meikarta, Ketut Budi Wijaya, memulai perbincangan dengan detikFinance di Menara Matahari, Lippo Karawaci, Tangerang pekan lalu.

Lingkungan di Cikarang sebelum datang Lippo, kata Ketut, adalah kawasan dengan permukaan tanah berbentuk tanah lempung. Tanah jenis ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan genting.

"Zaman dahulu ketika Lippo datang ke Cikarang itu, Cikarang merupakan kawasan yang dilanda kemiskinan luar biasa. Tanahnya, tanah lempung makanya dulu di sini jadi sentra pembuatan batu bata dan genting," jelas dia.


Celakanya, tanah lempung ini memiliki struutur yang padat. Sehingga air sulit meresap ke dalam tanah. Justru, sambung Ketut, Lippo Grup memperbaiki kondisi lingkungan yang ada agar lebih bersahabat untuk ditinggali masyarakat.

Saat ini, di Meikarta yang berdiri di atas lahan seluas 500 ha di Cikarang telah tersedia taman yang merupakan hasil rekayasa lingkungan agar air yang berasal dari hujan bisa meresap ke dalam tanah.

Bukan hanya itu, di tengah area taman kota yang dibangun Lippo di Meikarta, dibangun juga danau buatan yang bisa menampung air sebanyak 1 juta meter kubik.


Selain mempercantik lingkungan, air dari danau membuat udara di sekitarnya menjadi lebih lembab dan lebih sejuk. Hal ini sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat yang tinggal di dalamnya.

"Danau yang kita ciptakan menjaga kelembaban udara, ini penting untuk kulit termasuk pernafasan," jelas Ketut.

Sehingga menurutnya, tidak tepat rasanya bila keberadaan Meikarta disebut bakal merusak lingkungan di sekitarnya. (dna/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed